Tubuh Gunung Merapi Membengkak Warga Diminta Lebih Waspada

oleh
Letusan

Jawa Tengah, Borneo24.com – Aktivitas magma didalam gunung merapi memnuat puncak Gunung Merapi terjadi penggembungan. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) meminta agar warga  yang tinggal disekitar gunung merapi utuk terus waspada.

Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida menjelaskan Penggembungan yang terjadi saat ini, masih kecil. Namun demikian, kewaspadan tetap diperlukan. Penggembungan itu bisa menjadi indikasi akan terjadi erupsi atau tumbuh kubah lava.

Ia juga menambahkan bahwa penggembungan ini terjadi sejak pasca letusan 21 Juni 2020 lalu.Kemudian mulai 22 Juni hingga saat ini penggembungan pada tubuh Gunung Merapi terus terjadi 0,5 cm per hari.

Dengan adanya kondisi tersebut, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menyarankan warga tetap melakukan aktivitas namun tidak boleh dalam radius 3 kilometer dari puncak. Selain itu kewaspadaan juga terus dilakukan. Kalau masyarakatnya relatif sudah siap. Yang penting tinggal kita model siapnya seperti apa. Kalau kita melihat secara mental, kebiasaan dan pengalaman masyarakat lebih siap.

Ganjar juga meminta untuk dilakukan latihan evakuasi pengungsian. Karena saat ini kondisinya masih dalam masa pandemi COVID-19, latihan evakuasi pengungsi dengan protokol kesehatan. Latihan itu penting agar masyarakat semakin terbiasa.(***)

No More Posts Available.

No more pages to load.