Ini Tradisi Dayak Ngaju di Kalteng

oleh
suku dayak ngaju

Borneo24,Suku Dayak Ngaju adalah suku asli dan subetnis Dayak terbesar di Kalimantan Tengah. Persebarannya cukup luas dan utamanya terkonsentrasi di daerah Palangkaraya, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Kapuas, Kabupaten Katingan, Kabupaten Kotawaringin Timur, dan Kabupaten Seruyan.

Dilansir dari Pesona indonnesia.com,Konon, leluhur Dayak Ngaju diyakini berasal dari kerajaan yang terletak di lembah pegunungan Yunan bagian selatan, tepatnya di Tiongkok Barat Laut berbatasan dengan Vietnam. Mereka bermigrasi besar-besaran sekitar tahun 3.000 – 1.500 Sebelum Masehi. Kini Dayak Ngaju menjadi subetnis terbesar di Kalimantan Tengah. Di tengah perkembangan dunia modern, mereka masih menjaga nilai dan tradisi ajaran leluhur mereka.

Kepercayaan Kaharingan
Ciri khas Suku Dayak Ngaju adalah hingga sekarang masih menganut kepercayaan Kaharingan. Kaharingan mempunyai makna tumbuh atau hidup, sehingga kepercayaan Kaharingan adalah kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang hidup dan tumbuh secara turun temurun dan dihayati oleh masyarakat Dayak di Pulau Kalimantan.

Upacara Tiwah
Selain itu, Suku Dayak Ngaju juga melakukan upacara tiwah. Upacara ini merupakan sebuah proses mengantarkan arwah atau roh leluhur ke surga melalui Lewu Tatau Habaras Bulau Hagusung Intan Dia Rumpang Tulang, artinya sebuah tempat yang kekal dan abadi. Suku ini meyakini leluhur akan senang dan bahagia jika arwah mereka sudah diantarkan.

Tradisi Tato
Sama halnya dengan suku-suku Dayak lainnya di Pulau Kalimantan, Suku Dayak Ngaju juga mempunyai tradisi bertato. Baik laki-laki maupun perempuan, masyarakat Dayak Ngaju menato bagian-bagian tertentu dari tubuhnya,

Pakaian Adat, Merah dan Burung Enggang
Pakaian adat Suku Dayak Ngaju juga mempunyai ciri khas tersendiri. Suku ini menggunakan pakaian adat yang didominasi warna merah dan kuning.

Hukum Adat dan Keselarasan Alam
Sejak dahulu hingga sekarang, orang Dayak Ngaju terkenal dengan hukum adat mereka. Terutama berkaitan dengan bagaimana mereka hidup berdampingan dengan alam atau hutan. Hukum adat merupakan aturan yang telah digariskan dan diwariskan oleh leluhur mereka untuk ditaati.(***)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.