5 Fakta Unik Burung Rangkong, Hewan Langka Endemik Kalimantan Harus Dilestarikan!!

oleh
ilustrasi gambar

Kalimantan,Borneo24.com – Burung Rangkong atau sering juga disebut burung Enggang identik dengan bentuk paruhnya yang besar. Burung ini habitatnya hanya di Afrika dan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Burung ini rupanya juga disakralkan oleh suku Dayak.

Masyarakat Dayak meletakkan posisi burung Rangkong layaknya menghormati pencipta. Hampir keseluruhan bagian tubuh Rangkong selalu disimbolkan untuk benda yang digunakan dalam keseharian masyarakat Dayak. Misalnya rumah adat, baju adat, bahkan tattoo yang melambangkan burung ini.

Saat ini keberadaan Burung Rangkong sudah sangat jarang ditemukan. Status burung berparuh besar ini masuk dalam daftar hewan yang terancam punah

Berikut fakta tentang Burung Rangkong, si paruh besar yang terancam punah.

1. Terdiri Dari 57 Spesies

Burung rangkong merupakan omnivora. Mereka suka menyantap buah dan hewan-hewan kecil seperti kadal, tikus, serangga, dan bahkan ular.

Burung ini memiliki 57 spesies di alam. Spesies yang paling terkenal di antaranya adalah genus AcerosAnorrhinusAnthracocerosBerenicornis, dan masih banyak lagi spesies lainnya yang berada di habitat aslinya di dataran Afrika bagian selatan.

2. Termasuk Burung Setia

Berbeda dengan jenis burung lainnya, yang suka berganti pasangan. Burung ini adalah salah satu spesies hewan yang bersifat monogami, alias hanya memiliki satu pasangan seumur hidupnya. Ketika salah satu dari pasangan tersebut mati, pasangan yang ditinggalkan tidak akan kawin lagi.

Kesetiaan ini juga terbukti saat rangkong betina bertelur. Ketika telur terkumpul dan siap dierami, rangkong betina akan tinggal di lubang pohon yang sarangnya ditutupi lumpur. Selama proses ini, hampir empat bulan lamanya, rangkong jantan akan menemani rangkong betina dan memberikan makanan dari lubang sempit itu.

3. Tinggal Di Pohon-Pohon Besar Dan Tinggi

Fakta ketiga dari Burung rangkong ini adalah tempat tinggalnya biasanya di pohon-pohon besar dan tinggi. Burung ini termasuk spesies dengan bobot dan ukuran tubuh yang cukup besar. .

Pohon yang berdiameter besar hanya dapat ditemukan di dalam hutan belantara. Maka dari itu burung ini kebanyakan hidup di hutan. Keberadaan hutan yang semakin sedikit, membuat keberadaan rangkong menjadi langka bahkan terancam punah.

4. Usianya Mencapai 70 Tahun

Burung Rangkong ternyata memiliki usia yang cukup panjang jika dapat hidup dengan baik di alam liar. Secara umum, mereka dapat hidup hingga 70 tahun lamanya. Namun, usia hidup burung ini tidak dapat mencapai 70 tahun jika ia berada dalam penangkaran.

5. Termasuk Burung yang Dilindungi

Status burung rangkong ini sangat dilindungi, termasuk di Indonesia. Hal ini dikarenakan keberadaannya yang sudah terancam punah. Bagi siapa saja yang menangkap burung ini di alam liar tanpa adanya izin dari pihak berwenang akan mendapatkan hukuman pidana yang cukup berat. (***)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.