BNNP dan Bea Cukai Kompak Ungkap Jaringan Aceh Pembawa Ganja dan Sabu

oleh
Pengungkapan peredaran gelap sabu dan ganja asal Aceh.

Palangka Raya, Borneo24.com – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalteng berkerja sama dengan pihak Bea Cukai dan berhasil mengungkap peredaran gelap sabu dan ganja asal Aceh.

Para tersangka yang berjumlah empat orang ini berinisial ARS, MM dan AL untuk yang ketiga ini adalah jaringan sabu kemudian satu tersangka jaringan peredaran ganja yakni berinisial AW yang merupakan warga Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur

Untuk AW ini sudah beberapa kali melakukan pengiriman ganja Aceh karena berdasarkan pengakuan yang teoah beberapa kali melakukan pengiriman peredaran ganja cukup meluas.

Kepala BNNP Kalteng Brigjen Pol Edi Swasono melalui Kabid Pemberantasan Kombes Pol Agus Tiyanto, bahwa pihaknya setelah mendapat laporan langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan.

“Kita bersama pihak dari Bea Cukai langsung melakukan penyelidikan bahwa akan ada pengiriman melalui TIKI adanya paket yang diduga narkotika dari Sukabumi Jawa Barat ke Sampit,” Kata Kombes Pol Agus Tiyanto.

Dijelaskannya, Pengiriman paket tersebut pada, Minggu (27/6/2021) lalu dan pada saat tiba di lokasi kejadian tersangka penerima ganja tersebut sempat berkelit dengan petugas namun berkat kejelian anggota pelaku akhirnya mengakui paket tersebut adalah miliknya.

Pengiriman ganja asal Aceh tersebut dengan menggunakan nama palsu dan sudah empat kali pengiriman ke Kota Palangka Raya. Barang bukti ganja tersebut seberat 240 gram dan tersangka ini juga merupakan jaringan dari Surabaya dan Jakarta.

“Saya yakin ini adalah jaringan Internasional dan masih kita lakukan penyelidikan lebih dalam lagi karena tersangka ini sempat terhubung dengan beberapa jaringan di Jakarta,” Ungkapnya.

Selain itu, Pihaknya juga berhasil mengungkap peredaran gelap narkoba seberat 478 gram yang disimpan dalam sendal sebanyak dua paket sabu.

Sabu tersebut dikirim melalui jalur udara dari Medan transit ke Jakarta dan kemudian ke bandara Syamsudin Noor Banjarbaru, Kalsel.

Kemudian melalui jalur darat dari Kalsel ke Kalteng yang dilakukan dua orang berinsial ARS dan MM.

“Pelaku yang berinisial ARS ini adalah orang suruhan seseorang yang berstatus sebagai Narapidana didalam lembaga pemasyarakatan,”Beber Kombes Pol Agus Tiyanto.

Sementara itu, Kepala Bea Cukai Kalteng Indra Sucahyo menyebutkan bahwa akan terus bekerja sama dalam melakukan pemberantasan peredaran gelap narkoba dan ini adalah musuh bersama.

“Kita akan terus berkerja sama dalam melakukan pemberantasan peredaran gelap narkoba dan ini adalah musuh bersama,” tutupnya. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.