Bunuh Yamani Karena Hutang Piutang Rp3,5 Juta, Ifan Akhirnya Diringkus

oleh

Kalimantan Selatan – Kepolisian meringkus Pahrudin alias Ipah (33), pelaku penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia pada pukul 10.00 wita.

Penangkapan terhadap Ifah hanya berselang enam jam setelah pelaku membantai korbannya, Yamani (62) di lingkungan RT 02, Desa Rantau Bujur Hilir, Kecamatan Sungai Tabukan, Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Menurut KBO Reskrim Polres HSU, Inspektur Dua Rianda Putra Utama, aksi pembunuhan keji ini mendekati kumandan azan subuh pada pukul 05.00 wita.

Dari pengakuan pelaku, kata Rianda, motif Ifah membunuh Yamani gara-gara hutang piutang senilai Rp 3,5 juta.

“Pelaku punya masalah hutang piutang dengan anak korban sebesar Rp 3,5 juta yang sudah dibayar. Namun pelaku masih kesal karena dalam proses pembayaran yang tidak tepat waktu,” kata Ipda Rianda Putra .

Selain hutang piutang, polisi mendalami motif keluarga yang memicu Ifah berbuat nekat. Sebelum pembunuhan, menurut Rianda, pelaku ke rumah korban mencari anak korban.

Namun, pelaku cuma mendapati Yamani (62). Tak mendapati anak korban, pelaku kesetanan melampiaskan amarahnya ke korban dengan menggunakan sebilah parang tajam. Pelaku melukai Yamani hingga korban meninggal dunia karena kehabisan darah dalam perjalanan menuju RSUD Pembalah Batung, Kota Amuntai.

Korban ditemukan tergeletak di dapur dengan luka timpasan di bagian kaki. Anak korban langsung meminta pertolongan ke warga.

Mendapati laporan penganiayaan, tim gabungan polisi bergerak cepat mengendus keberadaan Ifah setelah koordinasi dengan keluarga pelaku. Tm gabungan berhasil meyakinkan pelaku sebelum ditangkap. Enam jam setelah kejadian, polisi mengamankan pelaku ke Mapolsek Danau Panggang .

Pahrudin alias Ifah tinggal di RT 03, Desa Parupukan Kecamatan Babirik, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Provinsi Kalimantan Selatan. “Dari keterangan pelaku bahwa benar melakukan tindak pidana tersebut. Kemudian pelaku dan barang bukti dibawa ke Polres HSU guna proses Lebih lanjut,” Rianda melanjutkan.

Polisi turut mengamankan barang bukti satu bilah parang, satu kumpang sajam jenis parang, dan satu sarung tangan. Polisi masih menyelidiki dugaan motif lain. (RP/01)

No More Posts Available.

No more pages to load.