Dalam 2 Hari Saja, Emas Melonjak Sekitar 4%

oleh
Ilustrasi (Sumber : istockphoto)

Jakarta, Borneo24.com – Pada Rabu 5 September 2022 pukul 06:42 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.723,98 per troy ons. Harga emas melandai 0,13%.

Dalam dua hari terakhir logam mulia ini melesat sekitar 4% dalam dua hari perdagangan saja. Emas melambung 2,4% di awal pekan dan  dan melonjak 1,6% Selasa kemarin. Melandainya harga emas hari ini disebabkan mulai bangkitnya yield surat utang pemerintah AS.

Yield surat utang pemerintah AS tenor 10 tahun naik tipis ke 3,63%, lebih tinggi dibandingkan pada penutupan kemarin yang berada di 3,62%.

Bob Haberkorn, senior market strategist dari RJO Futures, menjelaskan melonjaknya harga emas dalam dua hari terakhir karena pasar mulai berekspektasi jika bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) akan mengendurkan kebijakan moneternya.

Ekspektasi semakin kuat setelah data tenaga kerja AS masih kurang meyakinkan.

Data Lowongan Kerja dan Survei Perputaran tenaga Kerja (JOLTS) yang diumumkan Biro Statistik AS Selasa malam 4 Oktober 2022 menunjukkan jumlah lowongan kerja di AS turun menjadi 10,1 juta pada Agustus.

Posisi tersebut adalah yang terendah sejak Juni 2022. Data JOLTS juga lebih rendah dibandingkan ekspektasi pasar yang berada di angka 10,775 juta.

“Berita buruk adalah kabar baik bagi emas saat ini. Rally emas terbantu oleh data tenaga kerja yang lebih rendah dibandingkan ekspektasi. Jika ekonomi memburuk, pelaku pasar melihat kebijakan agresif The Fed sudah sampai ke puncaknya,” tutur Haberkorn, dilansir dari Reuters.

Namun, analis Saxo Bank Ole Hansen mengingatkan jika emas masih rawan pelemahan. Pasalnya, The Fed hingga kini belum berencana meredakan kebijakan moneter agresifnya. “Emas belum sepenuhnya keluar dari tekanan. Namun, setidaknya kita melihat rebound yang sangat kuat karena terbantu oleh aksi short covering,” kata Hansen. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.