Data BPBD, Banjir Sudah Empat Kali Di Klaim Akibat Curah Hujan Tinggi

oleh

Lamandau – Banjir di Kabupaten Lamandau mulai 28 April lalu telah berdampak pada ratusan masyarakat di 16 desa. Data yang berhasil di rekap oleh BPBD Lamandau sampai dengan 30 April ada 757 kk yang terdampak banjir. Sebanyak 417 rumah diantaranya telah terendam banjir, sedangkan 344 lainnya masih belum terendam.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun 9 kk sudah mengungsi. Selain itu 6 sekolah, 4 fasilitas kesehatan, 14 kantor balai desa, 22 jalan, 6 jembatan dan 3 tempat ibadah juga ikut terendam.

“kondisi kesehatan korban banjir umumnya masih normal, namun Dinkes telah melakukan pemeriksaan kesehatan, serta pemberian vitamin dan makanan tambahan ,” ungkap kepala pelaksana BPBD, Tiryan Kuderon.

Walaupun banjir kali ini cukup luas namun menurutnya ini masih belum yg terbesar. Banjir yang terbesar pernah terjadi pada tahun 2006, 2012, dan 2017.

“penyebab intensitas hujan sedang sampai lebat dan durasi lebih dari 4 jam, serta turun hujan hampir setiap sore hari,” jelasnya.

Sebagai langkah utama pencegahan banjir, pemkab telah berupaya menjaga kelancaran kebersihan drainase, dan warga dihimbau untuk tidak menutup seluruh halaman rumah dengan semen/membuat daerah respan.

“untuk banjir yang berasal luapan sungai, kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membangun rumah/pemukiman penduduk pada daerah yang masuk rawan banjir atau dataran rendah maupun bantaran sungai. Serta menjaga alam sekitar tetap asri, menanam lahan/halaman dengan pohon ,” himbaunya.

Salurkan bantuan

Sementara itu, kemarin pihaknya telah mulai mengirimkan bantuan korban banjir. Tim 1 melakukan penyaluran logistik ke Desa Bunut untuk 6 KK, Sei Mentawa 50 KK, dan Nanga Belantikan 47 KK melalui jalur sungai menggunakan speedboat Tagana.

Kemudian Tim 2 melakukan penyaluran logistik ke Desa Sekoban sebanyak 52 KK. Dan Tim 3 patroli dalam kota update data warga terdampak, penanganan evakuasi warga.

Terpisah, Bupati Lamandau H Hendra Lesmana juga menghimbau warga agar selalu waspada dan menjaga kesehatan. “Jangan lengah menjaga anak yang bermain saat banjir. Selalu menjaga kebersihan lingkungan, dan berhati-hati terhadap aliran listrik di rumah saat banjir” Kata Hendra. (RP/01)