Hewan Langka di Indonesia Yang Dilindungi Oleh Tingkat Internasional

oleh
Gajah Sumatera

Jakarta, Borneo24.comHewan langka di Indonesia terancam punah karena habitat yang berkurang hingga perburuan. Sejumlah kementerian di Indonesia hingga berbagai lembaga internasional mencoba melindungi hewan-hewan endemik Indonesia ini dari kepunahan. World Wild Fund (WWF) merunut daftar sejumlah hewan langka Indonesia yang dilindungi oleh dunia internasional dengan status critically endangered, yaitu hewan-hewan yang makin rentan dengan kepunahan. Yuk, kenali dan jaga hewan langka berikut beserta habitatnya.

Hewan Langka Indonesia
1. Gajah Sumatra
Gajah Sumatra makan berbagai jenis tanaman dan menyebar benih tanaman sambil berjalan, sehingga menciptakan ekosistem hutan yang sehat. Seekor gajah dapat hidup sekitar 60-75 tahun, tinggi 1,5-2,7 meter, dan berat sekitar 5 ton jika tidak diburu dan hidup sehat, termasuk di penangkaran.

Populasi gajah Sumatra saat ini diperkirakan tersisa 2.400-2.800 ekor, dikutip dari laman WWF. Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) tinggal di hutan tropis lembab berdaun lebar di Sumatra dan Kalimantan. Ia berbagi habitat dengan beberapa hewan yang terancam punah lainnya, seperti orang utan, harimau, dan badak Sumatra, serta spesies lain yang memperoleh manfaat dari populasi gajah. Sebab, gajah Sumatra hanya dapat berkembang di habitat yang sehat.

2. Badak Jawa
Badak Jawa adalah spesies badak yang paling terancam punah di antara lima spesies badak di dunia. Sekitar 60 badak Jawa kini tersisa di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten, satu-satunya harapan setelah tidak lagi ada di awal abad ke-20 di Asia Tenggara, India, dan Sunderbans.

Badak Jawa kian rentan punah karena risiko bencana alam tsunami di ujung Banten, kerusakan habitat, penyakit, dan pemotongan cula. Potensi kawin sedarah dan risiko sempitnya genetic diversity badak Jawa menyebabkan spesies ini rentan tidak bertahan dalam jangka panjang.

3. Orang Utan
Orangutan berperan penting dalam penyebaran benih lebih dari 500 spesies tumbuhan untuk menciptakan hutan yang sehat. Orang utan Sumatra (Pongo abelii), orang utan Tapanuli (Pongo tapanuliensis), dan orang utan Kalimantan (Pongo pygmaeus), tiga spesies orang utan di Indonesia berstatus critically endangered atau terancam punah.

Di samping hanya melahirkan anak setiap 3-5 tahun, orang utan kian terancam punah karena perburuan dan penebangan hutan. Ia kadang dipindahkan ke area agrikultur seperti perkebunan sawit, sehingga memberontak dan merusak lahan perkebunan. Hal ini kadang menjadikannya korban jiwa, padahal orang utan memberontak karena tidak dapat menemukan makanan yang dibutuhkannya seperti di hutan.

4. Harimau Sumatra
Harimau Sumatra adalah spesies Panthera tigris sondaica atau subspesies harimau Sunda yang masih tersisa mendiami hutan Sumatra. Diperkirakan kurang dari 400 ekor harimau Sumatra yang tersisa di Indonesia. Sumatra merupakan satu-satunya tempat harimau, badak, orang utan, dan gajah hidup di alam bebas. Keberadaan harimau Sumatra merupakan tanda sehatnya hutan dan biodiversitas.

5. Badak Sumatra
Badak Sumatra (Dicerorhinus sumatrensis) merupakan badak terkecil di dunia dan satu-satunya badak Asia yang memiliki dua cula. Badak berambut ini merupakan kerabat terdekat badak woolly yang sudah punah.

Semula, hewan langka ini dapat ditemukan di Himalaya, Myanmar, Thailand, China, dan Malay Peninsula. Karena habitatnya berkurang hingga di Sumatra dan Kalimantan saja dengan populasi kurang dari 90 ekor, badak Sumatra sama lain kesulitan bertemu untuk berkembangbiak. Sementara itu, dua badak Sumatra betina di penangkaran hanya melahirkan sekali dalam 15 tahun terakhir. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.