Mengenal Singkat Kabupaten Sukamara Kalteng, Dengan Mottonya “Gawi Barinjam”

oleh
Salah satu icon yang berada di Kabupaten Sukamara.

Sukamara, Borneo24.com  – Sukamara merupakan salah satu dari 13 kabupaten yang tersebar di Provinsi Kalimantan Tengah. Hingga saat ini berdasarkan informasi dari wikipedia Kabupaten ini memiliki luas wilayah 3.827 km² dan berpenduduk sebanyak 44.952 jiwa (hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010).

Kabupaten ini sebelumnya merupakan bagian dari Kabupaten Kotawaringin Barat, pada tanggal 10 April 2003 dikeluarkan Undang-undang No. 5 Tahun 2003 tentang Pengukuhan/Pemekaran 8 Kabupaten, maka Kabupaten Kotawaringin Barat dimekarkan dan ditambah dengan Kabupaten Lamandau.

Sejarah Singkat Kabupaten Sukamara

Dirangkum dari berbagai sumber sejarah Kabupaten Sukamara Sekitar tahun 1800, datanglah perantau berasal sungai Kedayan Brunai Darussalam yang bernama DATOK NAHKODA MUHAMAD TALIB dan istrinya ke suatu tempat tak berpenghuni. Karena wilayah tersebut masih dalam kekuasaan Raja Kotawaringin, maka diutuslah seorang menteri kerajaan bernama Pangeran PRABUWIJAYA untuk membantu menata kehidupan didaerah tersebut.

Dari musyawarah pangeran dengan masyarakat setempat menghasilkan kesepakatan bahwa nama kampung yang mereka huni bernama JELAI KERTA JAYA.

Memasuki tahun 1920, keadaan kampung pun semakin berkembang berikut jumlah penduduknya. Karena itu, diambillah sebuah keputusan untuk merubah nama kampung tersebut menjadi SOEKAMARA yang berarti masyarakat yang suka dengan kemajuan. Kata Soekamara sendiri secara terpisah menjadi Soeka yang berarti Suka dan Mara yang berarti maju .

Menurut catatan sejarah, wilayah Sukamara resmi menjadi sebuah kampung pada masa pemerintahan Raja IX (RATU IMADUDDIN) pada tahun 1835 yang kemudian berganti pimpinan dari masa ke masa.

Seiring berjalannya waktu, dengan dasar Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 821.26-246 tertanggal 28 Mei 1983 diangkat dan ditetapkan M. Ahyar, BA sebagai Pembantu Bupati Wilayah Kerja Sukamara yang berkedudukan di Sukamara. Dan sesuai dengan tuntutan reformasi seperti yang diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 22 tahun 1999 yang menginginkan terwujudnya sistem desentralisasi dan dekonsentrasi.

Maka Sukamara bersama dengan delapan daerah lainnya di Propinsi Kalimantan Tengah diusulkan menjadi sebuah Kabupaten Definitif oleh DPRD Provinsi Kalimantan Tengah ke Pemerintah Pusat. Melalui sidang paripurna DPR RI tanggal 11 April 2002.

perwujudan sebuah Kabupaten yang telah lama dinantikan tersebut akhirnya terjawab dengan ditetapkannya Undang-Undang Nomor 5 tahun 2002 tentang delapan Kabupaten baru di Kalimantan Tengah.

Dan peresmian Kabupaten Sukamara oleh Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden Republik Indonesia tersebut dilaksanakan di Jakarta dengan Pejabat Bupati Drs. H. Nawawi Mahmuda. Selanjutnya, berdasarkan hasil sidang DPRD Kabupaten Sukamara yang pertama terpilih dan ditetapkan lah Drs. H. Nawawi Mahmuda sebagai Bupati Sukamara periode pertama.

Motto Kabupaten Sukamara “Gawi Barinjam”

Jika Indonesia memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang artinya “Berbeda-beda tetapi tetap satu” maka tidak menutup kemungkinan daerah-daerah yang berada di Indonesia juga memiliki semboyan yang unik dan punya ciri khas untuk menggambarkan wilayahnya tersebut.

Salah satunya Sukamara yang memiliki semboyan atau motto “Gawi Barinjam”. Pada kata “Gawi Barinjam” dapat kita temukan di Lambang Kapubaten Sukamara yang berhurup kapital di pita perangkatnya. Kata Gawi Barinjam terdiri dari 2 (dua) kata, yaitu Gawi dan Barinjam. Gawi artinya Bekerja sedangkan Barinjam artinya Bersama-sama, sehingga secara harpiah dapat diartikan Gawi Barinjam berarti Bekerja Bersama-sama atau Gotong Royong untuk mencapai Tujuan mulia.

Hingga saat ini semboyan tersebut pastinya digunakan masyarakat sukamara untuk mengenal lebih dalam lagi sejauh apa makna dari gotong royong demi mencapai tujuan yang baik dan mulia. Tentunya untuk membangun kota yang indah serta memajukan kota Sukamara. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.