Mengenal Tim Macan Kalteng, Tak Lelah Memburu Pelaku Kejahatan

oleh
Anggota Tim Macan Kalteng saat melakukan kegiatan pengungkapan kasus.

Palangka Raya, Borneo24.com – Macan Kalteng, Tim gabungan yang berada dalam naungan Instansi Polri wilayah Polda Kalimantan Tengah semakin menunjukkan taringnya.

Seiring berjalannya waktu, Tim ini telah mengalami banyak sekali transformasi. Tujuannya tidak lain adalah untuk terus memberikan pelayanan serta jaminan keamanan yang berkualitas kepada masyarakat.

Sejak tahun 2020 lalu, Tim gabungan ini telah menyelesaikan tugasnya sebagai penegak hukum dan pemburu pelaku kejahatan dengan apik dibawah kepemimpinan Panit Resmob Jatanras Polda Kalteng Ipda Teguh Triyono, SH.

Dengan motto “Hajar Habiz”. Macan Kalteng tak akan membiarkan para pelaku kejahatan berani beraksi di wilayah hukum Polda Kalteng.

Ipda Teguh menjelaskan, Personel yang tergabung di Macan Kalteng berjumlah 30 orang dari berbagai satuan kerja (Satker), itupun belum termasuk yang berada di wilayah Polres Jajaran.

“Tim ini bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kalteng dan secara tegas memberantas adanya aksi premanisme, tawuran antar warga, dan menangkap para pelaku tindak pidana pencurian, begal, pembunuhan dan peredaran narkoba,” ungkap Teguh.

Menurut Teguh, Tim ini sengaja dibentuk pada tahun 2020 lalu. Pembentukan Macan Kalteng ini untuk menyatukan kekompakan dalam melakukan pemberantasan berbagai macam tindak pidana di wilayah hukum Polda Kalteng.

Untuk melakukan kordinasi dan merencanakan giatnya, para punggawa Macan Kalteng memiliki markas khusus di lingkungan Mapolsek Pahandut, Palangka Raya.

Seperti disebutkan sebelumnya, sejumlah personel tidak hanya dari satu Satker yang sama saja. Namun didalamnya diisi oleh Anggota Polisi dari sejumlah Satker.

“Personel yang tergabung ini berasal dari Resmob Jatanras Polda Kalteng, Intelmob Polda Kalteng, Inteltek Polda Kalteng, Ditresnarkoba Polda Kalteng Siber Krimsus Polda Kalteng dan Polresta Palangka Raya serta Polsek Pahandut,”Jelas Teguh.

Diungkapkan Teguh mewakili Timnya, pengungkapan kasus kasus yang paling berkesan ialah pengungkapan kasus jambret dan Curas di Palangka Raya.

Yakni, jambret yang ada di Jalan Ramin dimana saat itu ada korban seorang ibu dan anaknya. Korban terjatuh dari motornya hingga meninggal di tempat. Dan korban Curas di Sisingamangaraja dalam kondisi kritis karena alami luka bacok dibagian muka.

“Salah satunya ya mengungkap kasus jambret dan curas yang sempat heboh itu.
Kita langsung lakukan penyelidikan, kita menemukan dua laporan tindak pidana itu dilakukan oleh satu pelaku. Pelaku waktu itu kita tangkap di Bandara Tjilik Riwut waktu menunggu pesawat,” bebernya.

Lebih spesial lagi, pengungkapan itu dilakukan secara kompak oleh Tim Macan Kalteng dengan tidak lebih dari 24 jam dan paling lama satu sampai dua hari.

Dibalik itu, Tim ini juga memiliki suka duka saat bertugas di lapangan. Bahkan dalam beberapa kasus pengungkapan perlu dilakukan berbagai cara seperti menyamar sebagai ojek online, jual pentol, kurir pengiriman paket barang, dan sebagainya untuk menyelesaikan tugas yang diberikan.

Kendati demikian, pengabdian ini wajib dan harus terus dijalankan untuk menjaga stabilitas keamanan wilayah setempat.

Menurut Ipda Teguh, Timnya harus bekerja ekstra ketika mendapat tugas memback up (membantu) memburu pelaku tindak pidana yang berasal dari wilayah hukum Polda di seluruh Indonesia.

“Kita harus siap untuk memback up seluruh Polda di tanah air. Demikian juga laporan dari Polres jajaran setempat dalam melakukan tugas memburu pelaku kejahatan,” ungkap Teguh.

Selama berdirinya Macan Kalteng, Tim ini diketahui telah memback up Polda Kalsel , Polda Jabar, Polda Jatim, Polda Jateng, Polda Kaltim, Polda Kalbar, Polda Kaltara, Polda Jambi dan Polda Metro Jaya.

“Kasus dari Polda Jabar mengenai pencuri Mobil, Polda Jambi gelapkan uang perusahaan, Bareskrim Mabes Polri back up kasus Ilegal Loging, Polda Jatim penggelapan, Polda Riau penggelapan dan penipuan, Polda Jateng pencurian, Polda Kaltara pembunuhan dan Polda Kalsel pembunuhan,” urainya.

Tambahnya, Teguh berharap dengan adanya Tim ini kedepannya akan mempermudah kordinasi dan pengungkapan dari seluruh Polda dan Polres jajaran.

“Dengan terbentuknya Tim Macan Kalteng semoga kedepannya dapat mempermudah kordinasi dalam melakukan pengungkapan kasus dari seluruh Polda dan Polres Jajaran,” tegas Teguh. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.