Pelaku Aborsi Mahasiswa Terancam 10 Tahun Penjara

oleh

Palangka Raya – SU dan DVK, pasangan mahasiswa Universitas Palangka Raya yang melakukan aborsi terancam kurungan badan selama 10 tahun.

Hal ini ditegaskan langsung Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar saat melakukan gelar perkara terkait aborsi, Rabu (24/4/2019) sore.

“Keduanya tersangka kita jerat dengan Pasal 77A ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo Pasal 55 KUHPidana. Ancaman 10 tahun,” tegasnya.

Dari hasil keterangan tersangka, aksi aborsi telah direncanakan sejak usia kehamilan memasuki enak bulan. DVK pun meminta SU untuk mencari obat guna menggugurkan kandungannya.

“Motifnya malu sama orang tua dan belum siap,” ucapnya.

Lebih lanjut, hubungan asrama antara keduanya telah berlangsung sejak September 2018 lalu. Kamar kos di seputaran Yos Sudarso, Palangka Raya menjadi tempat keduanya melakukan hubungan suami istri.

“Untuk janin yang digugurkan telah dikubur di Kapuas. Sesuai permintaan dari orang tua DVK,” ungkapnya. (RP/01)