Saat Rapid Tes di Kotawaringin Barat Pedagang ini Berteriak Minta Tolong , Ini Videonya

oleh

Kotawaringin Barat, Borneo 24 – Ada kejadian unik saat pengambilan Rapid Test lanjutan pedagang di Labkesda, pedagang takut disuntik apalagi melihat darah, Senin (22/6/2020).

Kejadian unik tersebut pada saat seorang pedagang di rapid test, dan berteriak-teriak meminta tolong, saat ditanya petugas takut disuntik dan melihat darah.

Upaya petugas membujuk pedagang tersebut akhirnya membuahkan hasil, sang ibu-ibu tersebut ahirnya berhasil di rapid test.

Kepala Disperindag Kobar, Muhammad Yadi justru memberikan pujian kepada sang ibu, iya mas saya salut sama ibu itu, walaupun ada rasa ketakutan namun ibu itu masih mau dirapid test, ucapnya.

Lanjutan Rapid test massal tersebut digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kotawarngin Barat bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotawarngin Barat.

Namun, meski pemerintah sudah memfasilitasi rapid test gratis, pedagang masih enggan memeriksakan diri. Bahkan dari 343 yang terdata sampai tanggal (20/6), yang hadir sampai saat ini baru 304 orang saja, kata Muhammad Yadi.

Sisanya tanpa ada keterangan yang pasti, namun kami tetap berupaya agar yang belum hadir dirapid test segera hadir, terang Muhammad Yadi Kepada Borneo 24.

“Tingkat kesadaran masih kurang, mereka menggangap rapid test menjadi suatu momok yang besar padahal sesungguhnya ketika orang di-rapid test apa lagi biaya ditanggung pemerintah, gratis, maka kemudian orang tersebut mendapatkan reaktif rekomendasinya adalah istirahat 14 hari,” ujarnya.

Ia membeberkan, penyebaran Covid-19 di tempat keramaian kemungkinan besar bisa terjadi dengan cepat. Dengan kesadaran diri masyarakat maupun pedagang untuk melakukan rapid test menjadi salah satu upaya pemerintah melakukan pencegahan.

No More Posts Available.

No more pages to load.