SMAN Bali Mandara Raih Emas “Toyota Eco Youth 2022”

oleh
Siswa SMA Negeri Bali Mandara Putu Darma Yasa dan Ni Kadek Karina Dewi Pada Ajang Toyota Eco Youth 2022.

Bali, Borneo24.comLewat inovasi pemanfaatan limbah Sorgum sebagai alternative bahan bakar biobriket padat, SMA Negeri Bali Mandara meraih medali emas di ajang “Toyota Eco Youth 12” yang digelar pada 15-19 Oktober 2022 di Jakarta.

Siswa-siswi yang mewakili SMAN Bali Mandara adalah Putu Darma Yasa dan Ni Kadek Karina Dewi dengan guru pembimbing I Wayan Madiya.

Mereka mengolah limbah batang dan daun tanaman sorgum menjadi produk biobriket ramah lingkungan dengan proses circular economy.

Melalui rilis resmi, Putu Darma Yasa menjelaskan, inovasi ini hadir sebagai upaya dalam mengurangi emisi karbon dioksida yang turut berdampak pada perubahan iklim dan berpengaruh pada kelangsungan lingkungan beserta makhluk hidup.

“Projek ini dikembangkan dengan mengambil permasalahan lokal yang terjadi di daerah Bali yaitu terkait penggunaan arang,” ungkap Yasa.

“Masyarakat Bali sangatlah kental dengan penggunaan arang untuk berbagai kegiatan seperti dalam membuat sarana upakara untuk kegiatan ibadah dan juga pembuatan menu tradisional bakaran khas Bali yang tentunya menggunakan bahan bakar berupa arang,” tambah Karina.

Penggunaan arang ini ternyata mampu menghasilkan emisi karbon yang tinggi sehingga berdampak terhadap pencemaran udara di Bali sehingga mereka memandang perlu adanya transisi energi.

Di Kabupaten Buleleng terdapat limbah tanaman sorgum yang meningkat akibat program inisiasi Sorgum yang mengembangkan 30 hektar tanaman sorgum serta mengalami peningkatan mencapai 20 persen setiap tahunnya.

Menurut hasil wawancara dengan Kelompok Tani Ternak Kerthi Winangun menyatakan, dalam 1 hektar lahan sorgum mampu menghasilkan limbah mencapai 40 ton sehingga dapat menimbulkan permasalahan baru apabila tidak dimanfaatkan secara optimal.

Inilah yang kemudian mendorong kedua siswa ini melakukan eksperimen pembuatan biobriket ini dilakukan dengan metode pirolisis menggunakan tabung pembakaran sekaligus kondensasi sehingga selama proses pembuatan karbon aktif biobriket tidak terdapat asap yang dihasilkan.

Hal ini dapat terjadi karena biobriket sudah mengalami proses kondensasi menjadi bio oil dengan menerapkan prinsip Neutralitas Carbon.

“Untuk sampai dititik ini sangatlah tidak mudah, rasa lelah, serta proses yang sangat panjang membuat kami merasa perjuangan ini sangatlah susah. Gagal lomba berulang kali bahkan sampai rasa jenuh sekalipun sudah pernah kami rasakan,” ungkap Yana.

“Proses realisasi projek ini harus dilalui dengan penuh rasa kesabaran dan ketelitian untuk mendapatkan hasil yang maksimal serta sesuai harapan. Dalam proses ini kami juga mendapat tantangan baru yakni gelombang pandemi kedua sehingga kami harus dipulangkan dari sekolah berasrama yaitu SMAN Bali Mandara,” tambah Karina.

Hal ini membuat mereka mengalami kesulitan untuk menyelesaikan proyek.

“Apalagi kami merupakan siswa yang tergolong kurang mampu dan sangat membutuhkan fasilitas yang ada di sekolah seperti lab dan juga komputer untuk bekerja,” kisah Yana dan Karina.

Setelah sekian waktu akhirnya pandemi mereda dan sekolah kami telah diberhentikan statusnya sebagai isoter. Peluang inipun mereka manfaatkan secara lebih maksimal untuk menyelesaikan proyek.

Hingga akhirnya proyek mereka telah berhasil direalisasikan di lapangan. Tahap selanjutnya adalah kunjungan secara langsung dari pihak Toyota Indonesia dan Nasional Geografi untuk mengecek realisasi projek Bioghum ini.

“Sekolah Kami juga berkesempatan untuk mendapatkan kunjungan dari Mr Takeshi Yamakawa selaku Directur Finance Toyota Jepang. Mereka mengatakan bahwa proyek ini sudah baik dan harus dapat dikembangkan dengan lebih baik lagi ke depannya seperti diharapkan mampu menggunakan kemasan yang ramah lingkungan,” ujar Karina.

“Saran ini kami jadikan sebagai masukan dalam projek Bioghum ini dan segera kami terapkan untuk implementasikan lebih lanjut,” tambah Yana.

Tahap terakhir terdapat proses final dan juga awarding secara offline di Jakarta. Persiapan presentasi final diluar kota ini adalah hal yang pertama kali Yana dan Karina rasakan, mulai dari pengalaman naik pesawat, hingga presentasi secara langsung dihadapan juri serta diumumkan menjadi juara pertama. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.