Usai Banjir, Hasil Pemeriksaan Puskesmas Banyak Warga Hipertensi Karena Takut Banjir Lagi

oleh

Lamandau – bencana banjir yang terjadi tahun ini cukup luas, dengan rumah yang terdampak mencapai ratusan. Dengan durasi lama banjir rata-rata lima hari, warga yang menjadi korban juga mulai mengalami gejala sakit.

Oleh karenanya, untuk menangani para korban pasca banjir, Dinas Kesehatan bersama Puskesmas, IDI dan PMI Lamandau menggelar bakti sosial ke sejumlah desa terdanpak banjir. Selasa (7/05/2019).

“kegiatan baksos kita gelar di kelurahan Tapin bini, desa bukit jaya, desa bayat dan wilayah kecamatan bulik dengan melibatkan 5 puskesmas setempat, ” ujar kepala Dinas kesehatan, Friaraiyatini.

Kegiatannya adalah melakukan pemeriksaan kesehatan masyarakat, memberikan pengobatan gratis, bagi sembako dan air mineral serta meberian makanan tambahan bagi balita.

Namun menariknya, jika biasanya penyakit pasca banjir yang perlu di waspadai adalah penyakit kulit serta diare, di Lamandau sedikit berbeda. Ada pergeseran jenis penyakit yang diderita masyarakat.

“hasil pemeriksaan kesehatan, yang mengalami penyakit kulit dan diare hampir tidak ada. Yang banyak justru Hipertensi ,” ungkapnya.

Penyebabnya adalah stres tingkat tinggi yang dialami oleh warga karena takut banjir semakin tinggi, serta kecapean menghadapi banjir karena harus angkat-angkat barang dan kurang tidur. Sementara anak-anak rata-rata menderita batuk pilek dan ispa. (RP/01)