10.000 Orang di Kalteng Jadi Pecandu Narkoba

oleh
Kepala BNN Provinsi Kalteng Brigjen Sumirat Dwiyanto.

Palangka Raya, Borneo24.com Berdasarkan dari hasil penelitian Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia bekerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan di Kalimantan Tengah (Kalteng) ada sekitar 6.000 hingga 10.000 pecandu narkoba.

Penelitian tersebut dilakukan sejak tahun 2019 lalu. Sedangkan untuk tahun 2021 terjadi peningkatan sekitar 0,15 persen. Hal tersebut diungkapkan Kepala BNN Provinsi Kalimantan tengah, Brigjen Sumirat Dwiyanto.

Sementara, pada tahun 2020 BNNP Kalteng sudah berhasil mengungkap sekitar 5,4 kg sabu. Kemudian tahun 2021 sekitar 3,8 kg dan tahun 2022 ini sampai bulan Juni lalu kurang lebih ada sekitar 1,5 kilogram yang berhasil diungkap oleh BNNP Kalteng.

“Jadi 5 kilogram diungkap BNN Pusat dan 7,5 Kg diungkap oleh Polda Kalteng. Nah total sekitar 14 kilogram sabu berhasil diungkap oleh di wilayah Bumi Tambun Bungai ini,” beber Sumirat di Palangka Raya, Sabtu (2/7/2022).

Kondisi tersebut, kata dia, cukup memperhatikan karena mengalami peningkatan yang signifikan, oleh karena itu BNNP Kalteng akan melakukan tindakan tegas bagi pengedar dan penyalahgunaan narkotika, sementara bagi pecandu akan dilakukan rehabilitasi.

Sumirat menambahkan, perlunya membentuk ketahanan keluarga yang dapat membentuk ketahanan lingkungan dan ketahanan masyarakat serta ketahanan lembaga yang pada akhirnya mewujudkan ketahanan Kalteng dari penyalahgunaan narkotika.

“Kita tingkatkan kegiatan-kegiatan desa bersinar, dimulai dari peningkatan ketahanan keluarga dengan melakukan edukasi. Begitu juga dengan komunikasi dan sosialisasi kepada lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan kerja dan komunitas-komunitas,” pungkasnya.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.