Bulan Juni Lokalisasi terbesar di Kalteng Merong ditutup

oleh

BARITO UTARA- Pada bulan Juni Merong lokalisasi terbesar di Barito Utara akan ditutup. Penutupan itu dilakukan setelah pemerintah sudah melakukan pengkajian dampak negatif ada nya lokalisasi Merong tersebut.

Ketua DPRD Barut, Set Enus Y. Mebas, Rabu (6/3/2019) mengatakan, penutupan tempat hiburan malam atau lokalisasi tentu berakibat terutama perkekonomian warga sekitar. Karenanya harus dicarikan solusi terbaik, agar mereka dapat melakukan aktifitas untuk keluarga. 

Dalam melakukan studi banding ke Surabaya yang sudah dilakukan, yaitu eks Dolly ada beberapa langkah agar eks penghuni maupun mucikari dapat hidup dengan beralih profesi, seperti pedagang, penjahit, salon maupun yang lainnya.hal ini tentu saja diperlukan uluran tangan pemerintah daerah dalam memfasilitasi.

Salah satunya melalui pelatihan dan bimbingan, agar mereka dapat kembali ke tengah masyarakat. Tanpa harus melakukan kegiatan seperti sebelumnya. 

“Upaya dewan bersama pemerintah daerah mencarikan solusi yang terbaik, agar para penghuni nanti tidak kembali lagi melakukan aktifitas. Dan tentu saja harus melalui bimbingan, dan penghuni Merong juga akan dilakukan pelatihan kalau sudah ditutup” kata Set Enus Y. Mebas. 

Menurutnya, untuk melakukan penutupan lokalisasi merong memang tidak serta merta dilaksanakan dan harus melalui pendekatan serta lebih penting lagi adalah payung hukum. Karenanya dengan adanya payung hukum, maka sudah jelas maksud dan tujuannya. 

Set Enus Y. Mebas juga memaparkan sebelumnya penutupan lokalisasi merong akan dilakukan. Hal ini, juga sesuai dengan program pemerintah yang bebas pelacuran. Hal tersebut juga termasuk di Kota Muara Teweh yang segera ditutup. 

“Penutupan ini memang sudah digaungkan sejak tahun kemarin dan mudah-mudahan akhir juni tahun ini sudah selesai dan ditutup,” pungkasnya. (Rp/01)