DPRD Kalteng Reses Perseorangan ke Pulpis

oleh

PULANG PISAU – Anggota DPR Provinsi Kalimantan Tengah Monte Carlo, melaksanakan reses perseorangan di dua Kecamatan yakni di Kecamatan Jabiren Raya dan Kecamatan Kahayan Hilir.

“Tujuan saya hari ini, untuk menyerap aspirasi masyarakat di daerah dapil pemilihan saya sendiri, untuk kegiatan hari ini saya laksanakan di daerah Jabiren Raya, Kecamatan Jabiren Raya dan daerah Mintin, Kecamatan Kahayan Hilir,” ujar pria dari Komisi D yang membidangi Inprastruktur, dan dari daerah pemilihan Dapil 5, Kapuas – Pulang Pisau ini.

Monte Carlo yang merupakan kader dari partai PAN bertandang langsung ke Kecamatan Jabiren Raya dan di sambut oleh Camat Jabiren Raya Agustinuah, dan juga dihadiri Damang, Kades dan BPD serta para tokoh masyarakat setempat.

Dikatakan Monte Carlo bahwa reses perseorangan ini dalam rangka medengarkan langsung aspirasi dan keluhan warga untuk menuju Kalteng Berkah, “Mudah-mudahan aspirasi masyatakat ini cepat ditanggapi dan bagaimana cara penyelesaiannya, ini wajib kami lakukan reses,” ujarnya kepada Repoter Borneo24.

Kenapa ia melaksanakan reses perseorangan, hal ini menurutnya juga merupakan perintah undang -undang yaitu perdapil agar reses ini bisa lebih efektif dan menyentuh langsung, sehingga komunikasi nyambung.

Di Komisi D, kata Monte, yang membidangi inprastruktur adalah mitra kerjanya yakni Dinas PU, perhubungan, transmigrasi dan kominfo. Terkait reses ini yang lebih menonjol menurutnya aspirasi di bidang insprastruktur dan perhubungan.

” Untuk wilayah Pulpis ada 14 titik jembatan yang rusak dan kami usulkan untuk pembangunan jembatan tidak lagi mengunakan kayu tetapi permamen mengunakan rangka beton supaya tahan lama,” ujarnya menjelaskan.

Camat Jabiren Raya Agustinuah menyambut baik adanya reses Anggota DPRD Provinsi Kalteng, agar bisa menyerap aspirasi langsung kemasyarakat secara riil dilapangan dan diharapkan sektor mana yang sekala prioritas.

Setiap usulan ini, kata Agustihuah, pihak Wakil Rakyat bisa memilah mana yang ranahnya Kabupaten dan mana ranahnya Provinsi.

“Kalau kita lihat masalah inspratuktur yang menonjol, mengingat anggaran yang masih belum cukup untuk pembanguban ini dan kita berharap setiap usulan dari masyarakat akan lebih cepat terealisasi kalau dikawal oleh Anggota Legislatif,” tutupnya.(RP/02)