Harga Tiket Pesawat Ikut Angkat Inflasi

oleh

KOTAWARINGIN BARAT – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadinya inflasi yang menyebabkan harga tiket melonjak naik untuk beberapa bulan terakhir ini. Akibatnya, jumlah penumpang pesawat menurun.

Dari keterangan Kepala BPS Kabupaten Kotawaringin Barat Oo Suharto, frekuensi penerbangan yang awalnya 1.836 turun menjadi 1.655 dibandingkan Desember 2018. Selain karena inflasi hal ini terjadi lantaran adanya kebijakan bagasi berbayar yang ditetapkan oleh beberapa maskapai.

Melanjut Oo Suharto, BPS Kobar menghitung inflasi Pangkalan Bun dengan melakukan pendataan harga-harga di Pangkalan Bun dan melakukan penghitungan inflasi dengan menggunakan diagram timbang dan paket komoditas kota Sampit sebagai “syster city”.

“Diagram timbang dan paket komoditas suatu kota dihasilkan dari Survei Biaya Hidup (SBH) yang hanya dilakukan di kota Indeks Harga Konsumen (IHK) yaitu Palangka Raya dan Sampit”

Tetapi, tambah Suharto, hasil penghitungan mandiri tersebut tidak bisa digabungkan dengan angka inflasi Kalteng maupun nasional

“Selain karena inflasi itu, harga tiket juga naik mendekati hari libur seperti pada Bulan Desember dan Januari serta pada saat mendekati Hari Raya Idul Fitri” jelasnya. (RP/02)