Harkannas ke-9 Jadi Momentum Percepatan Pembangunan Kelautan dan Perikanan di Kalteng

oleh
Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran Saat Meninjau Tambak Udang Vaname/Shrimp Estate Di Sukamara.

Kalimantan Tengah, Borneo24.comDalam rangka memeriahkan Hari Ikan Nasional (Harkannas) ke-9 tahun 2022 yang diperingati pada tanggal 21 November setiap tahunnya, Pemprov Kalteng melalui Dinas Perikanan dan Kelautan menggandeng Kementerian Kelautan dan Perikanan RI telah mengadakan lomba fotografi tingkat nasional. 

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah H. Darliansjah mengatakan bahwa ikan dapat dijadikan sumber protein utama bagi pemenuhan gizi masyarakat, yang merupakan bagian dari ketahanan pangan, yang dipenuhi melalui pembangunan sentra budidaya, sentra pengolahan ikan dan sentra perikanan tangkap, seperti pembangunan Kawasan Shrimp Estate, penguatan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan), penumbuhan Lewu Budidaya, penumbuhan Lewu Nelayan Berkah, dan pengolahan hasil perikanan. 

“Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran mendorong seluruh jajaran Pemprov Kalteng agar dapat bersinergi dalam menjawab isu dunia, antara lain ketahanan pangan yang dipengaruhi oleh ledakan penduduk, perang Ukraina dan perekonomian global yang tidak menentu yang harus disikapi di tengah pandemi COVID-19. Peringatan Harkannas ke-9 tahun 2022 ini dapat menjadi momentum strategis bagi percepatan pembangunan kelautan dan perikanan di Kalteng,” ucapnya. 

Lebih lanjut Darliansjah menambahkan, Gubernur Kalteng melakukan terobosan-terobosan melalui program strategis untuk menyikapi isu terkait ketahanan pangan. 

“Kalteng sebagai lumbung pangan nasional, selain memiliki Program Food Estate, tanaman hortikultura dan perternakan, sumber pangan masyarakat seperti ikan/udang juga sangat dibutuhkan,” ungkap Darliansjah.

Sebelumnya, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran mengatakan program strategis dalam pengendalian inflasi diantaranya dengan diadakannya pasar penyeimbang, khususnya di Kota Palangka Raya dan Kota Sampit.

Kegiatan pasar penyeimbang merupakan upaya jangka pendek untuk menjaga daya beli masyarakat yang terdampak karena kenaikan BBM dan inflasi.

Selain itu, Pemprov Kalteng juga melakukan aksi Gerakan Tanam Bawang Merah dan Cabai (GERTAM BABE) BERKAH untuk jangka menengah dan jangka panjang, yang akan dimulai pada lokasi Jalan Tjilik Riwut km. 38 dengan luas lahan ± 30 hektare. 

Beberapa waktu lalu Gubernur juga menyatakan, selain pasar penyeimbang, bantuan sosial berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan juga menjadi salah satu upaya dalam penanganan inflasi jangka pendek. BLT BBM tahun 2022 bagi pelaku usaha perikanan telah diserahkan sebesar Rp13.495.200.000,- kepada 22.492 pelaku usaha perikanan se-Kalteng. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.