Kepolisian ajak mantir adat cek lokasi perusakan kuburan

oleh

BARITO TIMUR – Setelah ramai informasi adanya salah satu perusahaan yang merusak kuburan di Kabupaten Barito Timur, pihak kepolisian ajak masyarakat serta mantir adat untuk melakukan pengecekan. Setelah sampai dilokasi, dari 11 jumlah kuburan yang ditemukan ada satu kuburan yang mengalami kerusakan cukup parah. 

Immanudin pihak ahli waris mengakui akan meminta pertanggung jawaban pihak perusahan, pasalnya dalam adat Dayak kuburan tersebut sakral yang harus dilestarikan. “Kami sudah melaporkannya. Ini harus dilanjutkan” kata Ahli waris.

Setelah dilakukan pengecekan, para mantir adat berkumpul untuk mnyelesaikan denda adat untuk perusahaan. Dalam kesepekatan yang dibahas, pengrusakan tersebut tidak sampai pada ranah kepolisian.

“Cukup sampai adat saja, tapi kita laporkan ke ketua Dewan Adat Dayak Kabupaten” ungkap Misran.

Ditempat terpisah ketua Dewan Adat Kabupaten Barito Timur Ampera A.Y Mebas, menegaskan sekaligus mengingatkan tugas pokok dan fungsi Damang Kepala Adat diwilayah kedamangannya masing-masing. Hal itu disampaikannya berkenaan dengan adanya dugaan kasus pengrusakan makam/kuburan Oikomene Kristen oleh pihak perusahaan pertambangan batu bara PT Senamas Energindo Mineral (SEM) desa Telang Baru, Kecamatan Paju Epat. “Saya hanya mendengar kabar dan belum mendapat laporan secara resmi dari Damang Paju Epat. Benar atau tidaknya ada pelanggaran hukum adat oleh perusahaan hingga saat ini” sebut Ampera, selaku ketua DAD Kabupaten Barito Timur. 

“Kalau ada kejadian pelanggaran adat, sebaiknya Damang harus segera bertindak tegas dan berkoordinasi dengan Pangulu dan Mantir adat setempat untuk merundingkannya sebelum melaksanakan proses eksekusi denda adat”, ucap Ampera, Selasa (19/2/2019) saat diwawancara borneo24.com di Tamiang Layang.

Ampera menjelaskan, di Kabupaten Barito Timur, ada empat wilayah Kedamangan yakni, Kedamangan Paju Epat, Paju Sapuluh, Banua Lima dan Kadamangan Paku Karau.

“Damang Kepala Adat juga mempunyai fungsi selaku inisiator untuk membawa penyelesaian terakhir sengketa antara para Damang terkait tugas dan fungsinya kepada Dewan Adat Dayak Kabupaten/Kota.” ulas ketua DAD Ampera A.Y Mebas yang juga aktif menjabat sebagai Bupati Barito Timur. (RP/01)