Ketua IGI Kalteng Apresiasi Aksi Sosial IGPK Pulang Pisau

oleh

PULANG PISAU – Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Kalimantan Tengah, Yuserto mengapresiasi dan sangat bangga dengan kegiatan yang diprakarsai Ikatan Guru Pendidikan Khusus (IGPK) yang bersinergi dengan Danadyaksa Tara Nagara (DTN) Angkatan 439 Polres Pulang Pisau dalam rangka memperingati Hari Penyadaran Autism Sedunia tahun 2019 tingkat Kabupaten Pulang Pisau yang dipusatkan di Taman Kota samping Rumah Jabatan Bupati Pulang Pisau, Rabu (03/04/2019).

“Saya jauh-jauh datang dari Palangka Raya ke Pulang Pisau memenuhi undangan IGPK Pulang Pisau dalam rangka memperingati hari Peringatan Autism sedunia. Saya sangat bangga dan mengapresiasi IGPK Pulang Pisau yang dapat bersinergi dengan DTN Angkatan 439 Polres Pulang Pisau,” kata Yuserto.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap saudara kita penyandang Autism. Dan ini merupakan kegiatan yang sangat positif dan harus kita dukung, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli dan memperhatikan keberadaan masa depan penyandang Autism, baik itu pendidikan maupun perlakuannya.

“Karena semua manusia adalah ciptaan Tuhan, dan kita harus saling menghargai. Melalui momen ini, saya mengajak seluruh masyarakat agar lebih peduli, berkontribusi dan berbagi rasa dengan penyandang Autism ini, ” ungkapnya

Dia juga menjelaskan, anak yang memiliki kebutuhan khusus di sekolah umum itu tidak dibedakan, tetapi akan mendapatkan perlakuan yang sama dalam proses belajar sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan anak tersebut. Karena kata Yuserto, selama ini masih ada didapati perbedaan dalam perlakuannya. Hal itu disebabkan tenaga guru masih belum memahami tentang inklusi, yakni hak yang sama mendapatkan pendidikan seperti anak-anak lainnya.

“Untuk itu, kedepan kami bersama-sama IGPK Pulang Pisau akan mengagendakan kegiatan semacam seminar dan workshop pendidikan inklusi dengan harapan anak-anak di sekolah umum, dalam kategori yang memiliki kebutuhan khusus mendapatkan pendidikan yang sama, ” pungkasnya. (RP/02)