Cagar Budaya, Anggota DPRD Kobar Minta Pemda Perhatikan “Kampung Pehatapan” Kumai

oleh
Anggota DPRD Kobar Mina Irawati saat memberikan bantuan kepada para pengrajin atap daun Kumai beberapa waktu lalu.

Kotawaringin Barat, Borneo24.com – Anggota DPRD Kobar Fraksi PDI-Perjuangan, Mina Irawati berharap para pengrajin atap daun yang ada di Kecamatan Kumai, Kotawaringin Barat mendapat sentuhan dari pemerintah daerah.

Sebab, menurut dia, upaya pelestarian oleh masyarakat setempat itu perlu didukung oleh semua pihak agar kerajinan tradisional yang diwariskan secara turun temurun itu tetap lestari, dan tidak tergerus oleh kemajuan zaman.

Mina Irawati menerangkan, lokasi pembuatan kerajinan atap daun tersebut bagi masyarakat Kumai akrab disebut sebagai kape atau kampung pehatapan.

Tidak hanya dikenal sebagai produsen atap daun nipah, kampung pehatapan juga kerap disambangi oleh turis mancanegara yang penasaran terhadap proses pembuatannya.

“Alhamdulillah sampai sekarang masih di lestarikan atau masih banyak peminat dari berbagai macam kebutuhan,” kata Mina Irawati, Senin (31/5/2021).

Menurutnya, pandemi COVID-19 yang terjadi lebih dari satu tahum terakhir tentu berdampak terhadap pendapatan masyarakat setempat.

“Kendala atau kekurangan yang mereka rasakan pasti ada, apalagi mengingat di masa pandemi COVID-19 saat ini, dimana mereka jugaa harus dituntut untuk tetap bertahan kondisi ekonomi yang sulit saat ini, sedangkan pemesanan dari konsumen yang sudah jauh berkurang, membuat penghasiĺan mereka jauh merosot,” imbuh Mina.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat melalaui dinas terkait bisa membantu kebutuhan para pengrajin atap daun Kumai.

Hal itu dikarenakan tidak semua para pengrajin memiliki sarana transportasi yang dibutuhkan.

“Mereka sangat tergantung dengan sarana transportasi air yang selama ini mungkin mereka hanya bisa menyewa dengan membayar patungan, sehingga keuntungan jauh bisa diharapkan”

“Oleh karena itu, Saya mengharapkan pemerintah daerah bisa memberikan sedikit perhatian untuk mereka. Bisa memfasilitasi mereka dengan memberikan bantuan kelotok bagi pengrajin atap daun ini.  Bukan hanya bermanfaat untuk mencari dauh nipah, sembari juga bisa digunakan untuk mencari ikan, atau udang, kerang, atau kapah yg ada di bantaran sungai Kumai sehingga ekonomi keluarga pengrajin atap daun ini tetap berjalan baik dan lancar,” harapnya. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.