Pohon Angker di Kantor PMI Kobar Ditebang, Personil BPBD Lakukan Ritual

oleh
Petugas TRC BPBD Kobar melakukan penebangan pohon di halaman kantor PMI Kobar, Selasa (8/6/2021).

Kotawaringin Barat, Borneo24.com – Pohon Beringin berukuran 1,5 meter yang tumbuh di Halaman Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kotawaringin Barat (Kobar) akhirnya tumbang.

Pohon yang dikenal angker oleh masyarakat setempat itu tumbang setelah dilakukan penebangan oleh personil dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kotawaringin Barat pada Selasa pagi (8/6/2021).

Uniknya, sebelum melakukan penebangan salah seorang personil BPBD melakukan ritual untuk meminta perlindungan kepada Yang Maha Kuasa.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonsiliasi BPBD Kobar, Thomas Nasir saat dibincangi Borneo24.com di Kantor PMI Kobar, Jalan Sutan Syahrir Pangkalan Bun.

Nasir menceritakan, penebangan sejatinya dilakukan sejak Senin kemarin, namun belum sempat rampung tiba-tiba personilnya mengalami jatuh sakit secara mendadak.

“Jadi pertama saya tidak ikut, karena salah satu dari anggota saya menebang setelah itu sakit, jadi memang benar menurut situs budaya (kearifan lokal) setiap pohon beringin ini ada penunggunya,” kata Thomas Nasir yang juga dikenal sebagai Tokoh Masyarakat Pangkut itu.

Mengetahui tersebut, kemudian dirinya bersama dengan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar, Martogi Siallagan langsung bergegas ke lokasi.

“Maka sebelum penebangan saya meminta izin supaya dia pindah dengan alasan begini, begini, begini karena mengganggu,” ujar Nasir.

Ia mengaku sempat mendapatkan perlawanan sebelum akhirnya berhasil melakukan penebangan pohon.

“Memang waktu itu ada perlawanan sedikit. Jadi kita lakukan ritual tadi untuk membujuk mereka pindah,” kata Thomas Nasir.

Sementara itu, Sekretaris PMI Kobar Wagiman menerangkan, alasan dilakukannya penebangan itu dikarenakan mengganggu bangunan fisik kantor PMI.

Ia menuturkan, pohon tersebut sudah berusia lebih dari 30 tahun, dan sudah ada sejak tahun 1987.

“Ini kita tebang karena merusak gedung. Ini terangkat (keramik), kadang antara septic tank dengan kloset itu dipenuhi akar. Ini sudah 3, 4 kali membongkar akibat sering tersumbat,” kata Wagiman.

Wagiman mengaku bahwa selama dirinya bertugas di kantor tersebut belum pernah mengalami peristiwa mistis. Namun, menurut penuturan warga sekitar memang ada beberapa kejadian janggal.

“Mistis-mistis memang gak kami pikirin, kalo kata orang ada, tapi saya sendiri tidak pernah merasakan itu. Namanya makhluk tak kasat mata dimana-manapun pasti ada,” pungkas Wagiman. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.