Terkendala COVID-19, Bayi Kembar Siam Asal Kotawaringin Barat Bakal Dioperasi Awal Maret

oleh
Dr Mahrus A Rahman (tengah) dr Fachruddin, (kanan) dr Herie Soebroto Saat Konferensi pers Hasil visitasi Bayi Kembar Siam di RSSI, Rabu (23/12/2020)

Kotawaringin Barat, Borneo24.com  – Akibat terkendala pandemi COVID-19, operasi pemisahan bayi kembar siam asal Kotawaringin Barat bakal dilakukan pada awal Maret tahun 2021.

Sejatinya, Anggota Tim Pusat Pelayanan Kembar Siam Terpadu dari dokter RSUD dr Soetomo Surabaya sudah sejak lama tim ingin bertandang ke Kobar guna menjumpai kedua bayi kembar siam tersebut.

Namun karena kondisi pandemi, rencana itu urung dilakukan dan baru dapat direalisasikan pada hari ini, Rabu (23/11/2020).

Selain melakukan pemeriksaan terhadap Muhammad Abdullah dan Muhammad Ibrahim, tim dokter ahli juga melakukan pemantauan terhadap fasilitas penunjang operasi yang ada di RSSI.

“Kami juga melakukan visitasi kamar operasi. Optimis sekali pasien bisa operasi disini, tapi harus melihat hasil CT Scan dulu,” kata dr Heroe Soebroto.

Menurutnya, fasilitas kamar operasi maupun penunjang yang ada di RSSI terbilang layak untuk melakukan operasi pemisahan bayi kembar siam.

“Fasilitas standart sudah cukup, kami sudah melakukan visitasi kamar operasi dan pasca operasi, kami akan bahas bersama direktur,” sambungnya.

Dirinya menjelaskan, bahwa operasi pemisahan bayi kembar siam harus dipersiapkan sematang mungkin, agar hasil yang didapatkan sesuai dengan harapan.

Pihaknya berharap pandemi COVID-19 yang mewabah saat ini dapat segera berakhir.

“Pandemi merubah semuanya. Ini bukan operasi biasa, tapi operasi luar biasa, sehingga kami harus bekerja seprofesional mungkin, sedetail, serinci mungkin. Untuk keamanan bagi bayi operasi dilaksanakan seusai pandemi,” jelasnya.

Kendati demikian, pihaknya berencana sebelum memasuki bulan suci Ramadhan, operasi sudaj dapat dilangsungkan.

“Berharap sebelum bulan puasa, awal Maret kira-kira begitu. Sebelum itu, kami akan intensif sharing informasi, grup antara RSSI dan dr Soetomo, insyallah pasti dioperasi,” tandasnya. (***)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.