Pemerintah Pusat Pembangunan dan Pelayanan Kepada Masyarakat Kotim Harus Tetap Berjalan

oleh
Pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah tahun 2022

Sampit, Borneo24.com– Dukungan pemerintah pusat untuk pembangunan di Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, masih tinggi melalui kucuran anggaran secara langsung maupun program yang dijalankan instansi vertikal.

“Apabila kita mencermati dana transfer pemerintah ke daerah dan alokasi APBN tahun 2022, tentunya pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Kotawaringin Timur ini tidak hanya dilakukan oleh pemerintah daerah saja, tetapi dukungan dari instansi vertikal perbankan dan dunia usaha yang juga sangat berperan penting untuk mewujudkan visi dan misi Kabupaten Kotawaringin Timur,” kata Bupati Halikinnor di Sampit, Minggu.

Halikinnor tidak menampik ketergantungan daerah terhadap kucuran anggaran dari pemerintah pusat. Bantuan pemerintah pusat diwujudkan melalui dana transfer pemerintah pusat ke daerah dan alokasi APBN tahun 2022 di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Dana transfer tersebut terdiri dari dana bagi hasil (DBH) sebesar Rp125,6 miliar lebih dan dana alokasi umum (DAU) sebesar Rp761,1 miliar lebih. Selain itu ada dana alokasi khusus (DAK) yang terdiri dari DAK fisik Rp86,4 miliar lebih dan DAK nonfisik Rp201,9 miliar lebih.

Kucuran anggaran lainnya yaitu dana desa Rp144,1 miliar lebih, dana bagi hasil sumber daya alam Rp48 miliar lebih dan DIPA kantor daerah Rp300 miliar lebih.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur mengucapkan terima kasih kepada instansi vertikal yang telah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di daerah ini.

Dia menegaskan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan dan ditingkatkan lagi. Saat ini pemulihan ekonomi juga terus membaik setelah situasi pandemi COVID-19 yang saat ini sudah mulai menurun.

Kondisi ini juga berdampak positif terhadap pembangunan daerah. Realisasi APBD 2021 hingga 27 desember 2021 yaitu pendapatan daerah dari target sebesar Rp1.996.883.474.600 telah terealisasi sebesar Rp1.586.221.519.11 atau sebesar 79,43 persen.

Sementara itu dari sisi belanja daerah, dari target sebesar Rp1.998.156.482.325, telah terealisasi sebesar Rp1.668.964.489.107- atau sebesar 83,53 persen. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.