BPBD Keluarkan Peringatan Waspada Banjir

oleh
Sejumlah Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lamandau Memantau Sejumlah Lokasi Rawan Banjir dan Longsor.

Lamandau, Borneo24.com Hujan lebat disertai petir masih terjadi hingga Minggu (19/6/2022) dini hari. Hujan rata-rata turun sejak tengah hari hingga malam. Akibatnya permukaan Sungai Lamandau terus naik.

Masyarakat diminta waspada karena prakiraan cuaca hingga seminggu ke depan masih akan terus terjadi hujan disertai petir, sehingga ancaman banjir besar bisa terjadi.

Menyikapi kondisi itu, BPBD Kabupaten Lamandau juga telah mengeluarkan peringatan waspada banjir dan tanah longsor. Khususnya bagi warga yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah dataran rendah rawan banjir.

“Kepada seluruh masyarakat untuk selalu waspada. Mohon untuk aktif melaporkan kondisi di wilayah masing-masing,” imbau Kepala Pelaksana BPBD, Edison Dewel.

Sejumlah jalan penghubung desa terpantau kembali terendam. Salah satunya yang selalu menjadi langganan banjir adalah di Jembatan Sei Liku yang menjadi penghubung Kota Nanga Bulik dengan Desa Bunut dan Desa Sei Mentawa.

Tim reaksi cepat BPBD Kabupaten Lamandau membantu warga menyeberang melewati banjir menggunakan rakit warga dan perahu karet BPBD. Karena kendaraan roda dua maupun roda empat sudah tidak bisa melintas lagi.

“Saat ini tim kita masih melakukan pendataan lapangan, untuk memantau daerah mana saja yang sudah terdampak,” bebernya.

Daerah rawan banjir, imbuh dia, diantaranya Desa Nanga Palikodan Kecamatan Bulik Timur, Desa Nanga Belantikan, Kecamatan Belantikan Raya, dan Desa Bunut, Sungai Mentawa, Kelurahan Nangabulik di Kecamatan Bulik. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.