Terendam Banjir, Sejumlah Desa di Lamandau Terisolasi

oleh
EVAKUASI - Tim gabungan TNI, Polri dan BPBD Kabupaten Lamandau menggunakan perahu karet saat mengevakuasi dan mengirimkan bantuan kepada warga.

Lamandau, Borneo24.com Kapolres Lamandau AKBP Bronto Budiyono, memantau langsung sejumlah desa di Kecamatan Menthobi Raya, Kabupaten Lamandau. Pasalnya, kecamatan tersebut merupakan wilayah paling parah terdampak banjir.

Bahkan, jalan yang menghubungkan sejumlah desa di kecamatan itu terputus sama sekali. Sejumlah tim gabungan TNI, Polri dan BPBD Kabupaten Lamandau harus menggunakan perahu karet saat mengirimkan bantuan.

“Banjir menggenangi ruas jalan Desa Melata. Akibatnya akses jalan tidak bisa dilewati kendaraan bermotor,” terang Bronto, Minggu 18 September 2022.

Selain menggenangi ruas jalan, banjir juga menggenangi pemukiman penduduk. Di Desa Melata terdapat dua rumah warga yang terkena banjir, sementara di Desa Bukit Raya sebanyak 80 rumah yang tersebar di enam RT, masing-masing RT 3,4,5,6,7 dan RT 14.

“Banjir yang menggenangi ruas jalan Desa Melata tersebut di sebabkan karena meluapnya Sungai Menthobi yang tidak sanggup menampung debit air hujan,” sebutnya.

Kapolres mengimbau warga yang rumahnya terdampak banjir agar mengungsi ke rumah keluarga atau tempat yang lebih aman.

“Kami imbau kepada warga Kecamatan Mentobi Raya agar waspada dan berhati-hati terhadap bahaya banjir, karena hujan masih terus terjadi di wilayah Kabupaten Lamandau,” imbuhnya.

Selain memantau di lokasi banjir, Kapolres Lamanndau bersama Personel Polres Lamandau juga membagikan nasi bukus kepada warga sekitar yang terdampak banjir. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.