Lapas Palangka Raya Gandeng Yayasan Galilea Rehabilitasi Napi Narkotika

oleh

PALANGKA RAYA – Lapas Kelas IIA Palangka Raya menggandeng kerjasama dengan Yayasan Rehabilitasi Galilea untuk assesment para warga binaan narkotika. Terbilang baru, program ini nantinya akan menjadi persyaratan utama bagi warga binaan narkotika untuk bisa mendapatkan pembebasan bersyarat.

“Program ini akan menjadi penunjang pemenuhan persyaratan pemberian pembebasan bersyarat bagi warga binaan narkotika di Lapas Palangka Raya,” ucap Kasi Binadik Irvan Muayat, Selasa (26/3/2019).

Dijelaskan, pelaksanaan program rehabilitasi merujuk pada Undang-Undang Nomor 12 tahun 2017 tentang rehabilitasi narkotika di Lapas dan Rutan. Setidaknya sudah ada 200 warga binaan narkotika di Lapas yang akan menjalani assesment tersebut.

“Kriteria program ini warga binaan yang mendekati masa bebas dan terlibat dalam peredaran narkoba, bukan pemakai. Dari sini diharapkan dapat mengetahui sejauh mana keterlibatan mereka dalam peredaran narkoba dan penyesalan akan perbuatannya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, sudah ada 20 warga binaan narkotika yang menjalani assesment di program tersebut. Akhirnya dari program ini juga mengharapkan agar warga binaan mampu menjadi penyuluh tentang bahaya narkoba.

“Program ini secara resmi kita laksanakan minggu kemarin. Baru pertama kali Lapas yang melaksanakan di seluruh UPT Pemasyarakatan se Kalimantan tengah,” tegasnya. (RP/02)