HUT RI ke-76, 2.401 Narapidana di Kalimantan Tengah Dapat Remisi

oleh
Pemberian Remisi kepada Narapidana dalam Rangka HUT RI ke-76.

Palangka Raya, Borneo24.com – Dalam memperingati HUT RI ke-76 sebanyak 2.401 warga binaan di Kalteng menerima Remisi Umum (RU) pengurangan masa hukuman dari Kanwil Kemenkumham Kalteng.

Dalam pelaksanaan pemberian remisi tersebut dilakukan secara simbolis yang dipimpin oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Kalteng Ilham Djaya yang dilaksanakan di Lapas Kelas ll A Kota Palangka Raya, Selasa (17/8/2021) Siang.

Dari jumlah seluruh Narapidana yang menerima Remisi adalah tahanan yang sudah memenuhi syarat administratif maupun substantif. Dengan jumlah keseluruhan narapidana yang memperoleh remisi umum 17 Agustus Tahun 2021 berjumlah 2,427 Orang.

Untuk pemberian remisi ada dua jenis ada remisi umum yang tidak langsung bebas dan diberi potongan masa hukuman mulai dari dua bulan sampai enam bulan selanjutnya remisi kedua narapidana yang langsung bebas setelah mendapat remisi.

Dari pemberian remisi pertama sebanyak 2.041 narapidana mereka menerima potongan masa tahanan. Sementara ada 26 orang mendapatkan remisi 2, atau langsung bebas dari masa hukuman.

“Remisi 1 umum dengan rincian, pengurangan masa hukuman satu bulan sebanyak 425 Orang, 2 bulan dan sebanyak 543 orang selama 3 bulan, 748 orang selama 4 bulan, 384 orang selama 5 bulan,255 orang dan 6 bulan sebanyak 46 orang dan remisi ini adalah hak bagi narapidana namun harus dibarengi dengan syarat tertentu,” Kata Ilham.

Kemudian, Bagi narapidana atau anak pidana juga berhak menerima remisi yang berkelakuan baik dengan membuktikan dengan berkelakuan baik serta menjalani hukuman disiplin dalam kurun waktu 6 bulan yang terhitung dari pemberian remisi dan telah menjalani masa pidana lebih dari 6 bulan.

“Jadi bagi narapidana yang telah diberikan remisi harus telah mengikuti program pembinaan yang diselenggakan oleh Lapas dengan predikat baik selama menjalani masa tahanan,” bebernya.

Sementara itu, Syarat khusus bagi narapidana yang dipidana karena melakukan tindak pidana terorisme, narkotika dan prekursor narkotika, korupsi, kejahatan terhadap keamanan negara, kejahatan HAM berat dan kejahatan transnasional lainnya.

“Bersedia bekerja sama dengan penegak hukum untuk membantu membongkar perkara tindak pidana yang dilakukan, telah membayar lunas denda dan uang pengganti sesuai dengan putusan pengadilan untuk narapidana yang dipidana karena melakukan tindak pidana korupsi, telah mengikuti program deradikalisasi, setia kepada NKRI secara tertulis bagi napi WNI dan tidak akan mengulangi perbuatan tindak pidana terorisme secara tertulis bagi Napi WNA yang dipidana karena melakukan tindak pidana terorisme,” tandasnya. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.