Pemprov Kalteng Gelar Bimtek Penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis RPJMD dan RPJPD

oleh
Kepala Bappedalitbang Prov. Kalteng Kaspinor bersama Kepala Perwakilan GGGI Indonesia Provinsi Kalteng Hendrik Segah.

Kalimantan Tengah, Borneo24.com Guna meningkatkan kapasitas perangkat daerah dalam penyelenggaraan dan pelaksanaan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) untuk berbagai Kebijakan Rencana Program (KRP), Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Bappedalitbang Provinsi Kalteng bekerjasama dengan Universitas Palangka Raya dan Global Green Growth Institute (GGGI) Indonesia menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah(RPJPD) Prov. Kalteng, bertempat di Aula Lt. II Bappedalitbang Prov. Kalteng, Selasa (14/2/2023).

Kepala Bappedalitbang Prov. Kalteng Kaspinordalam sambutannya mengatakan, bahwa Kebutuhan penyusunan RPJMD Tahun 2025-2030 Kabupaten/Kota se-Kalteng sebagai landasan dan pedoman Pemerintah Daerah dalam melaksanakan pembangunan lima tahun dan RPJPD Tahun 2025-2045.

Diperlukan pengembangan kapasitas penyusunan KLHS untuk Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kalteng, Pemprov Kalteng, dan Tenaga Ahli Penyusun KLHS.

“Secara khusus output kegiatan yang akan dicapai melalui kegiatan bimbingan teknis ini yaitu meningkatnya pemahaman, pengetahuan dan keterampilan peserta tentang proses perencanaan jangka menengah dan jangka panjang, tentang pelaksanaan KLHS, RPJMD dan RPJPD, terutama dalam analisis capaian indikator.

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), analisis Daya Dukung Daya Tampung Lingkungan Hidup (DDDTLH), dan perumusan alternatif mitigasi perbaikan Kebijakan, Rencana, Program (KRP) dokumen perencanan daerah, termasuk aksi mitigasi dalam mengurangi dampak perubahan iklim di sektor hutan dan lahan di Kalteng.

Kaspinor berharap, KLHS dapat menjadi pedoman dan tindak lanjut ke depan dalam mendukung kebijakan program yang dilaksanakan di Kalteng maupun di Kabupaten/Kota khususnya dalam optimalisasi analisis isu strategis daerah, analisis capaian indikator TPB, analisis daya dukung daya tampung lingkungan hidup, alternatif skenario capaian TPB berbasis muatan KRP.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan GGGI Indonesia Provinsi Kalteng Hendrik Segah dalam paparannya menyampaikan, fenomena perubahan iklim yang melanda dunia saat ini bukan masalah sederhana, hal ini merupakan masalah hidup dan matinya planet bumi. Meski berproses secara perlahan namun pasti dampak perubahan iklim ini sangat potensial mengancam Indonesia. 

“Dalam kondisi sekarang ini pengaruh perubahan iklim yang telah terjadi di Indonesia dimana setiap tahun terjadi kenaikan rata-rata permukaan laut, dan pengaruh lain yang kita lihat dan rasakan ádalah krisis air bersih, krisis pangan akibat gagal panen, banjir, longsor, angin badai dan puting beliung, meluasnya penyakit demam berdarah, kebakaran hutan dan lahan serta hilangnya jutaan spesies flora dan fauna,” jelas Hendrik.

Hendrik menambahkan, bahwa Bimtek ini dapat mendukung target Pemerintah Indonesia dalam menurunkan emisi GRK, yang dapat berjalan beriringan bersama pemangku-kepentingan lainya serta berintegrasi dengan program-program pembangunan lainnya di Kalimantan pada sektor-sektor terkait, sehingga pada akhirnya pertumbuhan ekonomi (hijau) dan terjaganya lingkungan di Kalteng akan tercapai menuju terwujudnya Kalteng Makin BERKAH. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.