Petugas TPS di Ancam Pidana Jika Tidak Tepat Waktu

oleh

KAPUAS – Ketua Bawaslu Kabupaten Kapuas Iswahyudi Wibowo mengatakan, pemilu Legislatif dan Pilpres 2019 lebih ketat bahkan ancaman penjara bagi petugas di TPS, kalau kotak suara tidak bergeser, pidana menunggu, saat ditemui diruang kerjanya, Sabtu (9/3/2019).

“UU Pemilu no 7 2018 salah satu ancaman bagi petugas TPS kalau kotak suara tidak bergeser di lokasi pemungutan suara 1×24 jam” ungkapnya.

Dia menjelaskan, pekerjaan berat yang diemban KPPS, PPS dan PPK harus bekerja ekstra. Dengan deadline waktu 1×24 jam kotak suara berserta kelengkapan harus sudah sampai dikecamatan, karena UU dan PKPU sudah mengatur pemungutan dan perhitungan dilaksanakan satu hari yaitu 17 April 2019.

Dalam Undang-Undang menetapkan KPPS wajib menyerahkan kotak suara berisi kelengkapannya yang sudah tersegel, setelah perhitungan suara dihari yang sama ke PPS.

“Jadi maksimal dalam sehari itu kotak suara yang berisi surat-suara harus ke PPS, hanya bersifat transit saja, untuk kemudian diteruskan ke PPK” terangnya. 

Namun Iswahyudi mengakui hal ini masih tergantung apakah masih ada surat edaran baru dari pihak KPU terkait masalah ini. Pasalnya wilayah Kapuas terbagi menjadi dua daerah yaitu daerah pasang surut dan daerah non pasang surut, dimana untuk daerah pasang surut kondisinya banyak desa yang masih mengandalkan alat transportasi sungai.

“Memang kemarin kita ada pertemuan di POLDA, pihak KPU Provinsi estimasi kotak suara sudah di PPK pukul 22:00 WIB” pungkasnya. (RP/02)