PT. ADARO Serobot Hak Atas Tanah Warga Desa Penda

oleh

MURUNG RAYA – Dari awal mulanya warga sudah berupaya membangun harapan pada setiap perusahaan yang berinvestasi di wilayah Murung Raya khususnya, dan Kalimantan Tengah umumnya bisa memberi suasana yang kondisif.

Namun ternyata sebaliknya, khususnya PT. Adaro yang baru-baru ini telah mencoba menciptakan hal yang kurang baik, dan bahkan mungkin kedepan malah akan menghilangkan keamanan dan ketertiban untuk warga sekitarnya yang memiliki tanah atau lahan dan kebun serta hal-hal sakral seperti makam (kuburan).

Dari segi keamanan secara langsung warga merasa tidak aman dan tidak nyaman dengan kehadiran para perusahaan yang seolah tidak mengenal adat dan aturan serta undang-undang. Dengan perlakuan seperti itu maka jelas bahwa perusahaan tidak tertib peraturan undang-undang. Baru-baru ini telah terjadi tindakan sewenang-wenang terhadap warga pemilik tanah atau lahan di wilayah Desa Penda Siron yang nernama Mawardi, menjadi korban penyerobotan hak atas tanah yang memiliki legalitas dengan jelas kepemilikannya. 

Awalnya warga mencoba melakukan koordinasi dengan maksud memberitahukan kepada pihak PT. Adaro bahwa di lokasi yang sekarang menjadi objek sengketa antara warga pemilik tanah dengan PT. Adaro ada status kepemilikannya. Namun pihak PT. Adaro menganggap hal itu hanya klaim yang tidak mempunyai dasar.

Terkait pernyataan itu seorang tokoh pemuda bernama Nanda sekaligus tokoh warga Kecamatan Laung Tuhup, juga keluarga korban penyerobotan hak oleh PT. Adaro, mengomentari pernyataan dan menyampaikan kekhawatirannya. “kalau sampai setiap perusahaan yang berinvestasi di wilayah Murung Raya ini mencoba menciptakan hal yang tidak memungkinkan bagi para warga pemilik tanah yang berada di sekitar atau di dalam wilayah kegiatan perusahaan maka akan seperti apa nasib dan masa depan anak cucu akhirnya nanti” kata nanda, Jumat (22/03/2019). (RP/02)