Sekda Pemprov Kalteng Monitoring Pendistribusian Pangan Pasar Tradisional

oleh
Ilustrasi Gambar.

Palangka Raya, Borneo24.com – Pemprov kalteng pantau stok bahan pangan di pasar tradisional. Pemantauan bertujuan untuk mengetahui mana bahan yang mengalami kenaikan harga agar dicari solusinya.

Pasokan sembako di Kalteng selama ini cukup banyak dipasok dari Provinsi Kalsel. Karena itu, bencana banjir besar di Kalsel dikhawatirkan berdampak pada stok dan harga bahan pangan.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Fahrizal Fitri, mengatakan, pihaknya anya ingin memastikan stok bahan pangan bagi masyarakat dan kelancaran distribusinya dari dan keluar Kalteng.

“Kalteng melakukan monitoring berkenaan ketersediaan pangan, termasuk harga serta distribusinya,” ujarnya.

Seandainya distribusi terkendala, kata dia, pemprov memastikan akan melakukan upaya untuk menanggulangi.

“Ini tidak hanya distribusi yang berada di Kota Palangkaraya saja, tetapi juga kabupaten lainnya se Kalteng,” tandas dia.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalteng, Rihando, menyebut, beberapa komoditas bahan pangan di Kalteng mengalami tren kenaikan level harga terutama cabai rawit dan cabai merah.

Dikatakan, hal itu diperoleh dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) sampai Minggu III Januari 2021,

Sedangkan daging ayam ras dan telur ayam menunjukkan penurunan tingkat harga.

“Namun demikian, perlu diwaspadai karena keperluan Kalteng masih ditopang oleh Kalimantan Selatan”, katanya mengingatkan, seraya menambahkan harga bawang merah dan bawang putih terpantau stabil. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.