Taman Kota Pulang Pisau, Perlu Tempat Sampah dan Pengawasan

oleh

PULANG PISAU – Taman Sumbu Kurung atau Taman Laut yang tepatnya di Jalan Tingang Menteng, Kelurahan Pulang Pisau, Kecamatan Kahayan Hilir, menjadi salah satu destinasi wisata lokal dan masyarakat setempat untuk meluangkan waktu, baik menghabiskan akhir pekan, atau tempat rilek sembari menikmati senja hari.

Posisi taman yang berada di area bantaran DAS Kahayan itu menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk menikmati pemandangan di sore hari, sebab juga terlihat terbenamnya mata hari, atau bisa disebut menikmati indahnya sunset, meski dari area taman kota.

Selain areanya yang juga bisa dibilang strategis, juga nampak pepohonan yang sudah mulai tumbuh, walau pun belum terlalu rindang dan tanaman yang sudah mulai tertata rapi membuat pemandangan di taman itu menjadi indah dipandang. Dan bahkan disepanjang taman juga tersedia para pedagang kaki lima.

Selain itu, tersedia pula bangku taman di sepanjang taman yang membuat orang nyaman untuk berteduh. Namun sayangnya tidak dijumpai tempat sampah di area taman, dan terkadang masyarakat yang berkunjung di taman membiarkan sampah berserakan di area itu dan bahkan membuang langsung ke sungai.

Jika dilihat seksama, tong sampah posisinya berada di seberang taman atau menyeberang langsung melewati jalan raya itu. Seperti yang dikatakan pengunjung taman, Rizal (30), ia awalnya sempat bingung untuk membuang sisa makanan, sebab di area taman tidak tersedia tong sampah ptaktis, dan bahkan ia melihat di area bangku-bangku taman baik bungkus kotak rokok, plastik, dan sampah lainnya berserakan.

“Sempat bingung juga tadi pak, ternyata tempat sampah disediakan di seberang jalan, dan langsung saja saya kesana,” beber dia.

Selain beberapa kondisi area taman yang sebagian mengalami kerusakan, diantaranya pagar pembatas, dan lainnya masih ada yang rusak. Selain itu, juga ada beberapa anak muda yang nekat menjadikan taman itu untuk minum-minuman berakohol secara terang-terangan.

Diharapkan, fungsi taman betul-betul menjadi tempat salah satu wisata alternatif di daerah sendiri untuk masyarakat lokal dan non lokal, dan benar-benar dikelola dengan baik, serta adanya pengawasan secara rutin, sehingga masyarakat dapat menikmati taman itu dengan nyaman dan aman. (RP/01)