Tipu Pelanggan, PT PLN Persero Bakal Dilaporkan ke Polisi

oleh

BARITO TIMUR – Pelanggan PT PLN Persero Ipun (68) warga masyarakat desa Runggu Raya RT 04, Kecamatan Paku, Kabupaten Barito Timur, keberatan kepada pihak pihak PT PLN Persero Rayon Ampah atas adanya kasus dugaan rekasaya atau penipuan pemasangan KWH listrik 900 Va yang dilakukan oleh petugas PLN.

Oleh karena itu ia meminta pertanggungjawaban dari pihak PLN untuk mengganti kerugian. Selain itu, ia juga akan melaporkan kasus ini kePolres Barito Timur untuk diproses karena sampai saat ini nomor token listriknya diblikir pihak PLN.

Ipun mengaku menjadi korban penipuan yang diduga dilakukan oleh petugas PLN dan instalasi listrik. Ipun merasa aneh setelah terpasang ID pelanggan dengan nomor 39 1231 0383 8 tertera nama Basilius yang diketahui warga RT03 desa Runggu Raya. 

Diterangkan ,kronologis asal usul mendapatkan KWH listrik, pada bulan April 2013, Pak Sari pihak berperan sebagai pencari calon pelanggan PLN. Pak Sari menawarkan dan ia bersedia menjadi pelanggan.

Sebelum proses pemasangan, pak Sari meminta uang tunai senilai Rp3,5 juta untuk membayar pembelian KWH listrik 900 Va dari tempat adik kandungnya Iyus yang beralamat didekat komplek SPBU Ampah Kota, Kecamatan Dusun Tengah atas nama Ipun. 

Setelah melakukan pembayaran KWH dirumah Iyus, kemudian KWH dibawa pulang oleh pak Sari ke desa Runggu Raya dan dititipkan selama kurang lebih dua minggu. Kemudian pihak petugas instalasi listrik atas nama Iyus (adik kandung pak Sari) langsung mengerjakan instalasi listrik dirumah.

“Ya saya senang karena dapat menjadi pelanggan PLN. Setelah saya membeli token pulsa sebesar Rp50 ribu, terkejut nama yang tertera atau terdaftar adalah Basilius warga RT 03 desa Runggu Raya”ungkap Ipun, Rabu kepada Borneo24 (13/3/2019). 

Setelah mengetahui adanya kekeliruan nama pelanggan tersebut, tiga hari kemudian (Ipun red) merasa keberatan dan melapor ke Pak Sari sekaligus menanyakan apa masalahnya dikwitansi pembayaran KWH jelas atas nama Ipun kenapa muncul nama Basilius. Menjawab pertanyaan tersebut pak Sari mengatakan “Soal itu tanggung jawab dan kami akan buat atas nama Basilius 1dan Basilius 2 “ungkap Ipun menitu ucapan Pak Sari saat itu.

Lima tahun kemudian, setelah adanya program pemasangan KWH 450 Va gratis (RTS) pihak petugas PLN pihak petugas PLN melakukan pemeriksaan penertiban pemakaian tenaga listrik (PPTL) instalasi sambungan listrik, Senin 23 Oktober 2017 bernama M. Efendi didampingi oleh petugas dari PPNS/Polri Vino Bripka Valentino menemukan ID pelanggan 39 1231 0383 8 atas nama Basilius dirumah penghuni atas nama Ipun. Pada saat itu petugas hendak mencabut KWH dan melakukan pencegahan. “Jangan dulu dicabut, saya lagi berurusan dengan pak Sari selaku pihak yang mengaku bertanggung jawab atas pemasangan KWH listrik”bebernya.

kemudian mendatangi pak Sari untuk meminta pertanggungjawaban atas kasus pemasangan KWH . pasalna, ID pelangannya bukan namanya tapi Basilius. Untuk mensiasati kasus tersebut pak Sari dan adiknya Iyus diduga melakukan rekayasa dengan membuat kuitansi pembelian sebidang tanah plus rumah pekarangan didesa Runggu Raya RT 04 atas nama Ipun 23 Mei 2017 tanpa Sepengetahuan dengan harga Rp12 juta.

Dia mengungkapkan, Ini adalah bukti rekayasa ,tanah pekarangan dan rumah adalah milik saya yang didapatkan dari hasil hibah dari Komen yang merupakan keponakan istri saya sendiri. 

“Sekali lagi ini rekayasa dan saya tidak pernah beli tanah pekarangan apaligi rumah,oleh karena itu, saya sangat keberatan kepada pihak PT PLN Persero yang hendak mencabut KWH. Selain itu, saya juga meresa dirugikan karena sering kali saya tak bisa mengisi token karena terblokir” pungasnya. (RP/01)