10 Jenis Suplemen Terbaik untuk Turunkan Kolesterol

oleh
10 Jenis Suplemen Terbaik untuk Turunkan Kolesterol.

Jakarta, Borneo24.com Kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular yang sangat berbahaya. Untuk menurunkan kadar kolesterol tinggi diperlukan kombinasi berbagai perawatan dan perubahan gaya hidup.

Untuk menurunkan kadar kolesterol yang tidak terlalu tinggi atau meningkatkan efektivitas obat, mengonsumsi suplemen penurun kolesterol mungkin dapat membantu.

Jenis Suplemen Penurun Kolesterol

Selain dengan minum obat kolesterol, ada banyak suplemen yang bisa dikonsumsi untuk mengoptimalkan kadar kolesterol dalam darah.

Suplemen-suplemen tersebut umumnya terbuat dari bahan alami seperti minyak ikan dan bawang putih. Jadi, selain rajin makan sayur penurun kolesterol, Anda bisa mendampingi pola hidup sehat yang sedang dijalani agar hasil yang didapatkan lebih optimal.

Berikut ini 10 jenis suplemen penurun kolesterol yang bisa Anda konsumsi:

1. Minyak ikan

Ikan berlemak memang sudah telah lama diketahui sebagai makanan penurun kolesterol. Manfaat yang sama juga bisa Anda dapatkan dari minyak ikan.

Suplemen minyak ikan merupakan sumber asam lemak omega-3 yang dapat membantu menurunkan kadar trigliserida.

Trigliserida adalah salah satu jenis kolesterol yang paling umum. Peningkatan kadar trigliserida dapat meningkatkan risiko penyakit kadiovaskular, khususnya jika disertai dengan naiknya kadar LDL dan rendahnya kadar kolesterol baik atau HDL.

Suplemen kolesterol yang terbuat dari minyak ikan bisa dikonsumsi khususnya untuk Anda yang tidak mendapatkan cukup omega-3 dari ikan berlemak seperti salmon, sarden, tuna, teri, dan makarel.

2. Berberine

Berberine adalah senyawa bioakitif yang ditemukan di beberapa tanaman seperti misalnya barberry Eropa, goldenseal, goldthread, anggur Oregon, phellodendron, dan kunyit. Saat ini barberine juga tersedia dalam bentuk suplemen.

Berberine adalah salah satu suplemen yang dapat membantu mengurangi LDL atau kolesterol jahat dan juga trigliserida. Namun suplemen ini tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui karena dapat membahayakan bayi.

3. Biji rami

Suplemen penurun kolesterol selanjutnya terbuat dari biji rami alias flaxseed. Berbagai penelitian telah menunjukkan manfaat biji rami dalam mengurangi kolesterol. Suplemen ini juga kerap digunakan sebagai pendamping obat penurun kolesterol seperti statin.

Meski begitu, Anda tetap perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen biji rami, terutama jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan lain jenis apa pun.

Biji rami juga tidak boleh dikonsumsi di masa kehamilan serta harus disertai asupan cairan yang cukup karena dapat menyebabkan sembelit atau diare.

4. Bawang putih

Selain dikonsumsi sebagai obat herbal kolesterol, bawang putih juga bisa diolah menjadi suplemen dengan fungsi yang sama. Bumbu dapur ini bisa membantu menurunkan kadar kolesterol total dan LDL. Namun, masih diperlukan lebih banyak penelitian lain untuk mendukung klaim bahwa mengonsumsi bawang putih adalah cara yang efektif untuk menurunkan kolesterol.

5. Teh hijau

Teh hijau telah dikenal sebagai salah satu tumbuhan dengan sejuta manfaat berkat kandungan senyawa antioksidan di dalamnya. Selain diseduh langsung sebagai minuman, ekstrak teh hijau juga bisa diolah menjadi suplemen penurun kolesterol.

Kandungan katekin, senyawa antioksidan pada teh hijau, disinyalir dapat membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular dengan menurunkan kolesterol LDL dan kolesterol total. Namun masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini.

6. Niacin

Niasin adalah vitamin B yang dapat meningkatkan kadar HDL dan menurunkan LDL serta trigliserida. Namun, suplemen penurun kolesterol yang mengandung niacin sebaiknya hanya digunakan jika disarankan oleh dokter.

Pasalnya, hanya dosis niasin tingkat tinggi yang dapat memengaruhi kolesterol dan trigliserida.

Namun, niasin dosis tinggi dapat memicu efek samping, seperti gatal dan kemerahan. Karena itu suplemen ini harus dikonsumsi di bawah pengawasan dokter.

7. Stanol tumbuhan

Stanol dan sterol yang terkandung pada tumbuhan dapat mengurangi kadar kolesterol LDL, terutama pada orang dengan kondisi genetik yang menyebabkan kolesterol tinggi atau familial hiperkolesterolemia Namun, Anda perlu berhati-hati karena suplemen ini bisa memicu efek samping diare.

8. Beta-glucan

Suplemen penurun kolesterol lainnya adalah beta-glucan, yakni serat dalam tanaman tertentu, seperti jamur, gandum, dan barley. Komponen ini dipercaya dapat menurunkan kadar kolesterol darah total dan LDL.

Beta-glucan bahkan disebut-sebut lebih efektif daripada statin karena dapat membantu menyeimbangkan kembali kadar kolesterol dibandingkan dengan hanya memblokir enzim yang menghasilkan kolesterol.

Meski begitu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menemukan cara terbaik dan paling efektif untuk menggunakan beta-glucan sebagai suplemen penurun kadar kolesterol.

9. Psyllium

Psyllium adalah salah satu sumber serat larut yang dapat membantu membersihkan kolesterol dari darah dan menghilangkannya melalui usus.

Jika Anda ingin menggunakan suplemen penurun kolesterol berupa serat, sebaiknya gunakan secara bertahap untuk menghindari efek samping yang mungkin terjadi seperti kembung atau kram.

10. CoQ10

Koenzim Q10 atau CoQ10 disebut juga dengan ubiquinone adalah antioksidan yang dapat bermanfaat mencegah kerusakan sel yang terkait dengan penuaan dan beberapa penyakit.

Penggunaan CoQ10 sebagai suplemen berpotensi membantu meningkatkan kadar kolesterol HDL dan menurunkan trigliserida. Selain itu, suplemen ini juga dapat membantu mengurangi efek samping dari mengonsumsi obat penurun kolesterol statin yang dapat menyebabkan nyeri otot, kram, kelemahan dan kelelahan.

No More Posts Available.

No more pages to load.