5 Dampak Buruk BPA untuk Kesehatan

oleh

Jakarta, Borneo24.com BPA atau bisphenol A merupakan salah satu bahan kimia yang sering kita temui di berbagai kemasan makanan.

BPA sendiri sebagai bahan kimia industri yang digunakan untuk memproduksi plastik dan berbagai produk komersial, seperti botol bayi, wadah makanan, hingga produk kebersihan. Penggunaan BPA pada beberapa produk diizinkan karena kandungannya yang sedikit.

Padahal, BPA masih tetap bisa berpindah ke makanan meskipun jumlahnya sedikit.

Lalu, apa dampak buruk BPA untuk kesehatan?

1. Gangguan Reproduksi

Penelitian mengenai BPA dan gangguan reproduksi dimuat pada Jurnal Human Reproduction pada tahun 2009. Pada penelitian ini ditemukan bahwa paparan BPA pada pria akan memberikan dampak buruk pada kesuburan.

Paparan BPA yang terlalu tinggi bisa meningkatkan risiko disfungsi ereksi dan masalah yang berkaitan pada nafsu seksual serta ejakulasi.

BPA bisa memberi dampak buruk pada fungsi endokrin yang melibatkan hipotalamus dan kelenjar pituitari.

Kondisi ini dijelaskan bisa memengaruhi pubertas dan ovulasi sehingga mengakibatkan kemandulan. Tidak hanya itu saja, terdapat efek jangka panjang yang juga disebutkan di dalam penelitian ini.

2. Penyakit Jantung

Paparan BPA pada manusia, meskipun hanya dalam jumlah sedikit, akan menyebabkan penyakit kardiovaskular.

Kaitan antara keduanya sudah diteliti dan terbit pada International Journal of Environmental Research and Public Health di tahun 2014.

Pada penelitian ini ditemukan bahwa ada beberapa penyakit kardiovaskular yang mungkin dialami, seperti penyakit jantung koroner, serangan jantung, angina, hipertensi, serta penyakit arteri perifer.

Tidak hanya itu saja, hasil penelitian yang dilakukan pada hewan juga menunjukkan adanya perubahan tekanan darah, aritmia, dan aterosklerosis yang disebabkan oleh paparan BPA.

3. Diabetes Tipe 2 dan Obesitas

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa paparan BPA juga akan menyebabkan diabetes tipe 2, peningkatan berat badan, dan sindrom metabolik.

4. Perkembangan Otak Janin

Paparan BPA ketika dalam masa kehamilan akan mempengaruhi perkembangan otak janin. Menurut penelitian yang terbit di Jurnal Hormones and Behavior pada tahun 2013, ditemukan bahwa paparan BPA akan mengganggu regulasi estrogen dan modifikasi DNA. Kondisi ini akan memengaruhi perilaku sosial dan kecemasan setelah kelahiran.

5. Kanker Payudara dan Prostat

Melansir Healthline, paparan BPA dalam intensitas rendah juga dikaitkan dengan risiko munculnya kanker, termasuk kanker ovarium, kanker payudara, kanker prostat, dan kanker usus besar. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.