7 Tanda-Tanda Kerusakan Saraf yang Mungkin Terjadi

oleh
Ilustrasi.

Jakarta, Borneo24.com Apakah Anda sering mengalami mati rasa, kesemutan, atau kebas? Ini bisa menjadi tanda Anda memiliki kerusakan saraf. Kerusakan saraf bisa terjadi dengan banyak cara karena saraf kita merupakan sistem yang kompleks. Saraf dengan sistemnya memiliki banyak tugas berbeda.

Sistem saraf Anda memandu hampir semua yang Anda lakukan, pikirkan, katakan, atau rasakan. Oleh karena itu, sistem saraf Anda disebut juga sebagai pusat komando tubuh.

Jika kerusakan saraf terjadi, Anda bisa mengalami berbagai penyakit, seperti penyakit Alzheimer, ataksia, dan bell’s palsy.

Umumnya, kerusakan saraf berkembang secara perlahan dengan menunjukkan beberapa tanda-tanda.

1. Tremor

Sudah tak asing kan dengan tremor? Pengidapnya akan mengalami gerakan gemetar yang terjadi secara berulang tanpa disengaja. Dalam kebanyakan kasus, tremor biasanya terjadi di tangan dan kepala. 

Akan tetapi, sebagian kasus lainnya bisa terjadi pada tubuh bagian lain. Contohnya, kaki, perut, atau bahkan suara pun bisa ikut bergemetar. Apa sebabnya? Umumnya tremor terjadi karena gangguan pada bagian otak yang berperan dalam mengatur pergerakan otot. 

2. Berkeringat Terlalu Banyak

Gejala penyakit saraf juga bisa ditandai dengan keringat yang terlalu banyak. Contohnya, bila tubuh mengeluarkan keringat berlebih saat cuaca sedang dingin atau sebaliknya, mengeluarkan keringat yang terlalu sedikit, padahal cuaca sedang panas. Nah, kondisi ini bisa saja menandai  gejala penyakit saraf otonom.

3. Mengalami Disfagia

Dalam dunia medis, keluhan ini ditandai dengan sulit menelan. Nah, disfagia ini merupakan salah satu penyakit saraf. Ketika seseorang mengidap disfagia, maka proses penyaluran makanan atau minuman dari mulut ke lambung akan lebih lama. Bahkan, mereka juga membutuhkan usaha ekstra untuk melewati proses ini. 

Gejala penyakit saraf disfagia bukan cuma sulit menelan saja. Dalam beberapa kasus, pengidapnya akan mengalami nyeri saat menelan, atau makanan yang tersangkut di dalam tenggorokan atau dada. 

4. Kesulitan Bergerak

Selain tiga hal di atas, gejala penyakit saraf juga bisa ditandai dengan kesulitan bergerak. Bila kerusakan saraf terjadi pada saraf motorik, maka pengidapnya bisa mengalami kesulitan bergerak atau bahkan kelumpuhan. Di samping itu, kelumpuhan juga bisa menjadi pertanda adanya masalah serius yang membutuhkan penanganan cepat, misalnya stroke.

5. Kebas atau Mati Rasa

Kebas, kesemutan, mati rasa, atau rasa terbakar juga bisa menandai gangguan penyakit saraf. Keluhan yang muncul sesaat dan berlangsung sementara bukan masalah yang perlu dikhawatirkan. Namun, lain ceritanyanya bila keluhan ini terjadi berulang kali dan dalam waktu yang lama.

6. Hilangnya Keseimbangan

Hilangnya keseimbangan juga bisa menjadi gejala penyakit saraf lainnya. Pernah merasa akan terjatuh atau tersandung tiba-tiba tanpa sebab yang jelas? Nah, bisa saja kondisi ini menandai adanya  gangguan saraf tepi. Gangguan saraf ini yang bisa menyebabkan gangguan persepsi, gangguan serebelum, dan gangguan saraf kranial VIII. 

7. Kaki Terasa Sangat Nyeri

Rusaknya atau masalah pada pada saraf sensorik bisa menimbulkan gejala rasa nyeri yang hebat secara terus-menerus.

Selain itu, bisa pula timbulnya rasa panas atau kesemutan. Umumnya, keluhan ini terjadi mulai dari punggung bagian bawah dan menyebar sampai ke bagian kaki. Banyak kondisi yang bisa menyebabkan penyakit saraf sensorik, salah satunya jatuh atau trauma pada sumsum tulang belakang. 

No More Posts Available.

No more pages to load.