Bahaya Mandi Setelah Makan buat Tubuh

oleh
Mandi setelah makan bisa berikan dampak buruk bagi saluran pencernaan karena terjadi perubahan suhu tubuh. Tunggu sejenak untuk bisa mandi atau bersihkan diri.

Jakarta, Borneo24.com Kita mungkin pernah melakukan mandi setelah makan untuk alasan apa pun. Sayangnya, banyak yang mengatakan keputusan ini sebenarnya tidak baik untuk kesehatan. Ada risiko gangguan kesehatan yang bisa muncul di tubuh. Benarkah demikian? Simak penjelasannya di bawah ini, ya.

Bahaya Mandi Setelah Makan

Memang banyak orang yang beranggapan bahwa mandi setelah makan dapat berdampak buruk terhadap tubuh. Misalnya, berisiko memicu kram perut. Faktanya, anggapan tersebut tidak berhubungan. Hingga sekarang, belum ada penelitian ilmiah yang menunjukkan hubungan antara mandi dan makan.

Mandi adalah salah satu aktivitas rutin yang dilakukan sehari-hari dan berhubungan langsung dengan kondisi fisik luar tubuh. Sementara itu, makan merupakan kegiatan yang berkaitan langsung dengan fungsi organ-organ tubuh. Ini berarti, hubungan keduanya sangat jauh.

Mitos Mandi Setelah Makan

Anggapan mandi setelah makan bisa membahayakan tubuh hanyalah mitos yang tidak perlu Anda percaya lagi. Namun, apakah alasan di balik kemunculan mitos ini?

1. Pelebaran Pembuluh Darah

Menurut beberapa pakar kesehatan, langsung mandi tanpa memberi jeda setelah makan berpotensi menyebabkan vasodilatasi. Vasodilatasi adalah kondisi pelebaran pembuluh darah yang otomatis akan memengaruhi aliran darah.

Metabolisme tubuh umumnya akan meningkat seusai makan. Hal ini ditandai dengan meningkatnya suhu tubuh. Apabila Anda langsung membasahi tubuh dengan air dingin ketika suhu tubuh sedang meningkat, kegiatan ini dapat memberikan efek kejut pada permukaan kulit. Akibatnya, pembesaran pembuluh darah pun bisa muncul.

2. Peningkatan Aliran Darah ke Kulit

Saat mandi, tubuh akan mengalirkan darah lebih banyak ke kulit. Ini berarti, aliran darah yang seharusnya dibutuhkan oleh proses pencernaan makanan justru mengalir ke kulit tubuh selama Anda mandi. Sebagai akibatnya, proses cerna bisa melambat atau tertunda.

Menurut seorang senior ayurvedic consultant asal India, aliran darah yang lebih banyak ke kulit saat mandi juga berpotensi menghambat aliran darah ke otak. Kondisi ini dapat menyebabkan pingsan.

Pingsan mungkin memang tidak dialami oleh semua orang. Akan tetapi, orang-orang dengan kondisi kesehatan tertentu dan yang memiliki sistem peredaran darah buruk bisa saja mengalami beberapa gangguan pada tubuh akibat menerapkan kebiasaan mandi setelah makan. Coba cari tahu informasi ini dari dokter kalau kamu masih penasaran

Hal-hal Yang Tidak Boleh Dilakukan Setelah Makan

Mungkin banyak kebiasaan usai makan yang sering dengar, baik dari orang tua maupun teman. Beberapa di antaranya bisa saja benar, tetapi ada juga yang tidak tepat. Berikut adalah dua kebiasaan yang sebaiknya tidak dilakukan setelah makan:

1. Tidur Setelah Makan

Banyak orang yang makan larut malam, lalu pergi tidur setelahnya. Langsung tidur setelah makan dapat mengganggu proses pencernaan, salah satunya kemunculan penyakit GERD (gastroesophageal reflux disease).

GERD dapat terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan ketika Anda berbaring ketika kondisi perut sedang kenyang atau penuh.

Gejala GERD meliputi nyeri ulu hati (heartburn), sulit menelan, serta terasa seperti ada yang mengganjal di tenggorokan. Pada penderita asma, serangan asma juga bisa memburuk saat malam hari ketika mengalami GERD. Sebaiknya berikan jarak setidaknya 3 jam untuk tidur setelah makan.

2. Minum Teh Setelah Makan

Minum teh setelah makan memang nikmat, tetapi dapat memberikan dampak kurang sehat. Alasannya adalah karena teh mengandung tanin dan polifenol (senyawa fenolik) yang dapat mengganggu penyerapan zat besi. Akibatnya, terlalu sering mengonsumsi teh bisa meningkatkan risiko kekurangan zat besi dalam tubuh.

3. Olahraga Berat Setelah Makan

Langsung melakukan olahraga dengan intensitas berat sehabis makan juga sebaiknya dihindari. Pasalnya, makanan masih berada dalam lambung dan belum sepenuhnya dicerna. Aktivitas fisik yang berat dapat memberikan tekanan pada lambung sehingga memicu muntah.

4. Merokok

Kebiasaan merokok setelah makan tidak jarang dilakukan oleh banyak kalangan. Sayangnya, kegiatan ini dapat membahayakan kesehatan sebab hampir keseluruhan sistem di dalam tubuh akan bekerja selama proses pencernaan sedang aktif.

Ketika proses pencernaan sedang aktif, dan Anda merokok setelah makan Anda, nikotin yang dihisap dari sebatang rokok akan diserap dua kali lipat ke dalam tubuh. Akibatnya, efek bahaya nikotin pun akan meningkat.

No More Posts Available.

No more pages to load.