Darah Kotor: Hanya Mitos Belaka atau Masalah Medis?

oleh
Ilustrasi.

Jakarta, Borneo24.com Darah kotor adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan darah deoksigenasi atau darah dengan kadar oksigen yang sangat rendah.

Sebaliknya, darah bersih adalah sebutan untuk darah yang kadar oksigennya cukup atau baik.

Pada umumnya, darah bersih akan dipompa keluar dari sisi kiri jantung. Darah ini bertugas untuk mengedarkan nutrisi dan oksigen ke seluruh jaringan tubuh.

Ketika kembali ke jantung, darah tersebut sudah tidak mengandung oksigen lagi.

Selanjutnya, darah deoksigenasi dikirim ke paru-paru untuk menerima oksigen dan membuang karbon dioksida.

Apabila proses peredaran darah ini tidak lancar, kinerja jantung bisa mengalami gangguan.

Sebagai contoh, bercampurnya darah bersih dan kotor dapat memicu jantung untuk bekerja lebih keras dalam membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Umumnya, kondisi ini berkaitan dengan kebocoran jantung.

Jadi, klaim yang menyebutkan bahwa darah kotor memiliki hubungan dengan darah menstruasi maupun jerawat tidaklah tepat.

Penyebab Darah Kotor

Berikut adalah sejumlah kondisi yang berpotensi membawa dampak negatif terhadap kadar oksigen di dalam darah sehingga menimbulkan darah kotor.

  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), termasuk bronkitis kronis dan emfisema
  • Sindrom gangguan pernapasan akut
  • Asma
  • Paru-paru kolaps
  • Anemia
  • Kelainan jantung bawaan
  • Penyakit jantung
  • Emboli paru.

Sederet kondisi di atas dapat mencegah paru-paru mendapatkan oksigen yang cukup dan mempersulit pelepasan karbon dioksida.

Di samping itu, kelainan darah dan gangguan pada sistem peredaran darah bisa menghambat darah mendapatkan oksigen ataupun mengedarkannya ke seluruh tubuh.  

Beragam kondisi tersebut dapat menurunkan tingkat saturasi oksigen dan memicu munculnya gejala hipoksemia.

Para perokok juga perlu berhati-hati dengan kondisi darah kotor. Sebab, kebiasaan ini bisa menyebabkan karbon monoksida menumpuk di dalam darah.

Cara Membersihkan Darah Kotor

Karena darah kotor adalah darah yang kadar oksigennya rendah, maka dokter perlu melakukan prosedur yang bertujuan untuk meningkatkan kadarnya agar kembali normal.

Salah satu cara menghilangkan darah kotor adalah menjalani terapi oksigen.

Sepanjang prosedur ini, pasien diminta memakai masker oksigen atau tabung kecil yang dipasang ke hidung untuk menerima oksigen tambahan.

Selain itu, penting bagi dokter untuk mencari tahu penyebab darah kotor yang Anda alami. Dengan begitu, mereka dapat memberikan penanganan yang sesuai dengan penyebabnya. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.