Hati-hati Kanker Esofagus, Gejala Awalnya Sulit Menelan

oleh
Kanker esofagus salah satunya ditandai dengan rasa sulit menelan.

Jakarta, Borneo24.com Kanker menjadi penyakit yang ditakuti orang karena menjadi salah satu penyakit yang menyebabkan penderitanya meninggal dunia. Kanker bisa muncul di mana saja, termasuk di kerongkongan.

Kanker esofagus adalah penyakit yang muncul saat sel-sel ganas terbentuk di jaringan kerongkongan. Kerongkongan sendiri merupakan tabung berongga dan berotot yang bisa dilewati makanan dan cairan dari tenggorokan ke perut.

Dinding kerongkongan terdiri dari beberapa lapisan jaringan, termasuk selaput lendir, otot, dan jaringan ikat. Kanker ini biasanya dimulai pada lapisan dalam kerongkongan dan menyebar ke luar melalui lapisan lain saat tumbuh semakin banyak.

Hal yang pasti adalah kanker jenis ini bisa terjadi di mana saja, sepanjang berada di kerongkongan.

Gejala Kanker Esofagus
Kanker satu ini disebut sebagai penyebab kematian nomor enam di dunia. Kenali gejala-gejala yang bisa muncul saat Anda mengalami kanker kerongkongan agar bisa dilakukan pengobatan sedini mungkin. Berikut diantaranya:

– kesulitan menelan (disfagia);
– berat badan menurun tanpa diet;
– nyeri dada dan merasa tertekan hingga terbakar;
– gangguan pencernaan, sering merasa mulas;
– batuk dan suara serak.

Jenis Kanker Esofagus

Kanker esofagus terjadi saat sel-sel di kerongkongan berubah atau bermutasi yang membuatnya tumbuh tanpa terkendali.

Kanker ini juga diklasifikasikan menjadi beberapa macam. Beda jenis kanker, beda juga pengobatan yang harus dijalani. Berikut beberapa jenis kanker kerongkongan.

1. Adenokarsinoma
Adenokarsinoma adalah bentuk paling umum dari kanker kerongkongan di Amerika Serikat. Penyakit ini banyak menyerang pria kulit putih.

Adenokarsinoma dimulai di sel-sel kelenjar penghasil lendir di kerongkongan. Adenokarsinoma paling sering terjadi di bagian bawah kerongkongan.

2. Karsinoma sel skuamosa
Karsinoma sel skuamosa adalah kanker esofagus yang paling umum terjadi. Sel-sel skuamosa adalah sel-sel datar dan tipis yang melapisi permukaan kerongkongan.

Karsinoma sel skuamosa paling sering terjadi di bagian atas dan tengah kerongkongan.

Penyebab Kanker Esofagus
Kanker ini bisa dipicu oleh banyak hal. Bahkan, iritasi kronis pada kerongkongan juga dapat berkontribusi pada perubahan yang menyebabkan kanker esofagus.

Faktor-faktor yang menyebabkan iritasi pada sel-sel kerongkongan dan meningkatkan risiko kanker meliputi:

– mengidap refluks gastroesofageal (GERD);
– merokok;
– memiliki perubahan prakanker pada sel-sel kerongkongan (Barrett’s esophagus);
– kelebihan berat badan;
– minum alkohol;
– mengalami refluks empedu;
– mengalami kesulitan menelan karena sfingter esofagus yang tidak rileks (achalasia);
– terbiasa minum air yang sangat panas;
– kurang makan buah dan sayur;
– menjalani perawatan radiasi ke dada atau perut bagian atas.

Komplikasi Kanker Esofagus
Kanker esofagus juga bisa menyebabkan komplikasi pada penderitanya, yakni sebagai berikut.

1. Obstruksi kerongkongan
Kanker dapat mempersulit makanan dan cairan untuk melewati kerongkongan Anda.

2. Rasa sakit
Kanker esofagus stadium lanjut dapat menyebabkan rasa sakit.

3. Pendarahan di kerongkongan
Kanker satu ini dapat menyebabkan perdarahan. Meskipun pendarahan biasanya bertahap, kadang-kadang bisa terjadi secara tiba-tiba dan parah.

Agar terhindar dari penyakit ini, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan. Misalnya saja berhenti merokok, tidak mengonsumsi minuman beralkohol, perbanyak konsumsi buah dan sayur, serta mengendalikan berat badan.

No More Posts Available.

No more pages to load.