Mengkonsumsi Garam Terlalu Berlebihan Dapat Berdampak Pada Sistem Imun dan Kekebalan Tubuh

oleh
Ilustrasi Penambahan Garam Kepada Makanan

Jakarta, Borneo24.com Konsumsi garam yang berlebih ternyata tak hanya berimbas pada tekanan darah. Sebuah penelitian terbaru menyebut, terlalu banyak asupan garam juga berpengaruh pada sistem kekebalan tubuh. Begini Penjelasannya

Makan terlalu banyak garam bisa lemahkan sistem kekebalan tubuh yang bisa memperburuk infeksi bakteri. Makanan tinggi garam tidak hanya buruk untuk tekanan darah seseorang, tetapi juga sistem kekebalan tubuh. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah merekomendasikan orang dewasa jangan mengonsumsi lebih dari 5 gram per hari, karena itu jumlah maksimum asupan garan harian. 5 gram garam sehari sama rata dengan satu sendok teh.

Namun pada kenyataannya, banyak orang yang mengonsumsi garam melebihi batas normal. Padahal, natrium klorida, yang merupakan nama kimia garam, bisa meningkatkan tekanan darah, risiko serangan jantung, dan stroke. Diet tinggi garam tidak hanya buruk untuk tekanan darah seseorang, tetapi juga untuk sistem kekebalan tubuh.

Penelitian oleh University of Bonn telah membuktikan tikus yang makan makanan tinggi garam ternyata menderita infeksi bakteri jauh lebih parah. Begitu pula sukarelawan manusia yang mengonsumsi 6 gram garam tambahan per hari juga menunjukkan kekebalan tubuh yang lemah.

“Kami sekarang telah membuktikan untuk pertama kalinya bahwa asupan garam yang berlebihan secara signifikan bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh,” jelas Prof. Dr. Christian Kurts dari Institute of Experimental Immunology di University of Bonn dikutip dari Science Daily.

Studi baru menunjukkan bahwa dalam proses ginjal mengatur kadar natrium darah tinggi, proses itu menghambat sistem kekebalan tubuh, mengganggu kemampuannya untuk melawan infeksi bakteri. Para peneliti telah mencoba memberi makan satu kelompok tikus dengan makanan tinggi garam dan memberikan makanan normal kepada kelompok tikus lainnya.

Ketika terinfeksi yang dikarenakan oleh keracunan makanan, hati dan limpa tikus yang diet tinggi garam mengandung 10-100 kali lebih banyak bakteri daripada kontrol. Kelebihan garam di makanan dapat membuat infeksi ginjal dengan E. coli lebih buruk.

Para peneliti lantas melacak gangguan kemampuan ini untuk melawan infeksi bakteri ke sel-sel kekebalan yang disebut neutrofil, sel yang menelan bakteri. Para peneliti percaya bahwa respon ginjal terhadap garam makanan tinggi dan tidak langsung dapat mempengaruhi neutrofil secara langsung.

Ginjal memiliki “jam biologis” untuk mendeteksi kelebihan natrium dalam aliran darah dan mengeluarkannya dalam urine. Namun dalam prosesnya, jam biologis ini meningkatkan hormon steroid yang memberikan pengaruh terhadap metabolisme nutrisi, serta produk limbah yang disebut urea.

Hormon dan urea tersebut itulah yang akan menghambat kemampuan untuk membunuh bakteri. Dalam studi ini, para ilmuwan berspekulasi bahwa mengurangi asupan garam makanan dapat membantu memerangi infeksi bakteri di ginjal, berbeda dengan pengaruhnya pada infeksi kulit dan usus. Satu-satunya cara memperkuat sistem kekebalan tubuh  adalah memilih gaya hidup sehat. Pedoman kesehatan umum adalah langkah terbaik yang bisa dilakukan untuk menjaga sistem kekebalan tubuh.

Dilansir dari Harvard Health Publishing, sistem kekebalan tubuh akan berfungsi lebih baik ketika dilindungi dari serangan lingkungan dan didukung oleh strategi hidup sehat seperti ini:

  • Jangan merokok.
  • Makan banyak buah dan sayuran.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Mempertahankan berat badan yang sehat.
  • Tidur yang cukup.

Kita juga perlu mengambil langkah-langkah untuk menghindari infeksi virus, seperti sering mencuci tangan dan memasak daging dengan benar.(***)

No More Posts Available.

No more pages to load.