Otot Lurik, Punya Fungsi Vital untuk Tubuh dan Hidup Manusia

oleh
Ilustrasi.

Jakarta, Borneo24.com Otot memainkan peranan penting dalam hidup manusia untuk melakukan suatu gerakan. Dalam tubuh, otot terdiri dari tiga bagian yang salah satu diantaranya adalah otot lurik atau yang juga dikenal dengan otot rangka.

Otot lurik memenuhi 30 hingga 40 persen dari total massa tubuh Anda. Jenis otot satu ini terhubung pada tulang dan memungkinkan Anda untuk melakukan berbagai gerakan dan fungsi.

Sehingga dapat dikatakan, otot lurik memiliki manfaat untuk mengontrol bagaimana dan kapan mereka harus bekerja. Saraf yang ada di sistem saraf somatik biasanya akan mengirim sinyal untuk membuat otot lurik berfungsi.

Misalnya, ketika Anda hendak meraih buku di rak, maka Anda akan menggunakan otot lurik yang ada di leher, lengan, dan bahu Anda. Mengutip laman Cleveland Clinic pada Kamis (4/8/2022), otot lurik memainkan bagian penting dari sistem muskuloskeletal manusia dan melayani berbagai fungsi.

Lalu, apa sajakah berbagai fungsi otot lurik? Berikut diantaranya.

  • Mengunyah dan menelan, yang merupakan bagian utama dari pencernaan. Otot lurik membantu manusia agar mampu mengunyah dan menelan dengan baik.
  • Memperluas dan menyempitkan rongga dada sehingga Anda dapat menarik dan menghembuskan napas sesuka hati.
  • Menjaga postur tubuh.
  • Menggerakan tulang di berbagai bagian tubuh Anda.
  • Melindungi sendi dan menahan agar mereka berada pada tempatnya.

Otot lurik sendiri berada pada seluruh bagian tubuh Anda dan terletak di antara tulang-tulang pada tubuh.

Pada otot lurik, setiap ototnya dapat mengandung ribuan serat. Mereka terbagi menjadi beberapa jenis seperti selubung, tertutup, atau mengelilingi serat.

  1. Epimisium: Lapisan terluar dari jaringan yang mengelilingi seluruh otot lurik.
  2. Perimisium: Lapisan tengah yang mengelilingi keseluruhan serat otot lurik.
  3. Endomysium: Lapisan terdalam yang mengelilingi satu serat pada otot lurik.

Otot lurik sendiri memiliki serat yang berwarna merah dan putih. Bentuknya terlihat seperti lurik atau bergaris, itulah mengapa otot satu ini dinamai dengan otot lurik.

Biasanya, otot lurik membentuk sekitar 35 persen dari berat badan Anda. Namun ini juga dapat bervariasi pada masing-masing individu. Pria biasanya memiliki massa otot lurik sebesar 36 persen lebih banyak daripada wanita.

Orang yang tinggi atau kelebihan berat badan juga cenderung memiliki massa otot lurik yang lebih tinggi. Meski begitu, massa otot lurik juga dapat menurun seiring bertambahnya usia pada pria maupun wanita.

Seperti diketahui, otot lurik memainkan peranan penting dalam tubuh. Namun terdapat beberapa kondisi medis yang dapat memengaruhi fungsinya. Apa sajakah itu? Berikut beberapa diantaranya.

1. Distrofi otot: Kelompok penyakit ini menyebabkan degenerasi progresif serat pada otot lurik. Biasanya, kondisi ini terjadi akibat genetik dan diwariskan dari keluarga.

2. Myasthenia gravis (MG): Penyakit autoimun ini mencegah otot dan saraf berkomunikasi sebagaimana mestinya. Ini menyebabkan kelemahan otot yang parah dan kelelahan.

MG juga dapat membuat sulit untuk bergerak, berjalan, berbicara, mengunyah, melihat, mengangkat kepala atau membuka kelopak mata. Bahkan dapat menyebabkan masalah pernapasan yang parah.

3. Rhabdomyolysis: Kondisi yang mengancam jiwa ini menyebabkan kerusakan jaringan otot lurik. Otot yang rusak melepaskan protein, elektrolit, dan zat lain ke dalam darah. Ini dapat menyebabkan kerusakan organ yang serius, cedera traumatis, sengatan panas, atau aktivitas berlebihan yang parah.

Demi menghindari kerusakan pada otot lurik, tentunya terdapat beberapa hal pula yang bisa Anda lakukan. Hal-hal di bawah ini juga memiliki manfaat lainnya untuk tubuh, yang tidak hanya bermanfaat bagi otot lurik.

  • Melakukan latihan kekuatan (strength training) dan ketahanan secara teratur.
  • Makan makanan yang bergizi dan seimbang.
  • Menjaga berat badan yang sehat.
  • Peregangan dan pemanasan otot Anda sebelum melakukan aktivitas fisik.

Segeralah kunjungi dokter jikalau Anda dihadapkan dengan kondisi seperti tidak dapat menggerakkan bagian mana pun dari tubuh, mengalami mati rasa di wajah atau anggota badan, mengalami nyeri atau kram otot yang parah dan tiba-tiba, memiliki urin yang sangat gelap atau output urin yang rendah, merasa sangat lemah atau lelah. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.