Jakarta, Borneo24.com – Protein sudah pasti salah satu komponen nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Setidaknya 20 persen tubuh Anda dibentuk oleh protein. Bahkan, Anda direkomendasikan untuk mengonsumsi protein setidaknya 0,8 gram protein per kilogram berat badan Anda.
Protein bisa didapatkan dari makanan baik itu makanan yang berasal dari olahan daging ataupun yang didapatkan dari tumbuhan. Namun, apakah ada perbedaan protein hewani dan nabati?
Perbedaan Protein Hewani dan Nabati
Protein memang dibutuhkan oleh manusia, tetapi Anda juga harus cermat dalam memilih makanan yang akan menjadi sumber protein Anda. Salah satu perbedaan utama dari protein hewani dan nabati adalah kandungan asam aminonya.
Asam amino adalah salah satu senyawa pembentuk protein, karenanya ketika Anda mengonsumsi protein, maka tubuh akan memecah protein menjadi asam amino.
Asam amino tidak hanya satu jenis, tetapi ada berbagai jenis asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh. Tubuh dapat memproduksi asam amino non-esensial, tetapi Anda membutuhkan asam amino esensial melalui makanan.
Jumlah asam amino esensial dalam protein hewani dan nabati berbeda, protein hewani cenderung memiliki jenis-jenis asam amino esensial yang lebih lengkap daripada protein nabati.
Beberapa protein nabati memiliki kadar asam amino triptofan, lisin, metionin, dan isoleusin yang rendah dan terkadang segelintir tumbuhan hanya memiliki dua jenis asam amino esensial saja, seperti kacang kedelai.
Namun, tidak semua protein nabati memiliki asam amino yang tidak lengkap. Quinoa dan buckwheat adalah beberapa contoh protein nabati yang memiliki asam amino pembentuk protein yang lengkap.
Bila Anda ingin mendapatkan protein dari tumbuhan, sebaiknya campurkanlah berbagai jenis sayuran untuk mendapatkan asam amino yang lengkap.
Selain dari jumlah asam amino, asam amino yang terkandung dalam protein nabati lebih lama dicerna dan digunakan dalam tubuh daripada protein hewani.
Kandungan Nutrisi Dalam Protein Hewani dan Nabati
Selain jumlah asam amino, perbedaan antara protein hewani dan nabati juga terletak pada kandungan nutrisinya. Pada protein nabati, beberapa kandungan nutrisi yang kurang bisa berupa:
- Vitamin D, ditemukan dalam minyak ikan, telur, dan produk susu
- Vitamin B12, ditemukan di daging-dagingan, ikan, daging unggas, dan produk susu
- Heme-iron, ditemukan dalam daging-dagingan, khususnya daging merah
- Zinc, ditemukan dalam daging sapi, kambing, dan babi. Kandungan zinc dalam protein hewani lebih mudah diserap dan digunakan oleh tubuh
- Docosahexaenoic acid (DHA), asam lemak omega-3 esensial yang penting bagi kesehatan otak ini terdapat dalam ikan berlemak
Selain itu, mengonsumsi nutrisi lemak sehat yang berada dalam daging, seperti ikan berlemak, ditemukan mampu mengurangi risiko menderita penyakit jantung dan stroke. Protein hewani dalam telur juga diketahui dapat membuat Anda merasa lebih kenyang.
Kelebihan Serta Kekurangan Protein Hewani dan Nabati
Setelah melihat fakta di atas, Anda mungkin merasa bahwa protein hewani lebih unggul daripada protein nabati. Faktanya, kedua jenis protein tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.
Adapun kelebihan dan kekurangan protein hewani dibandingkan dengan protein nabati adalah:
1. Kelebihan Protein Hewani
Merupakan sumber protein lengkap, karena mengandung sembilan asam amino esensial yang penting untuk perkembangan tubuh
Selain itu, protein hewani juga mengandung vitamin B12 yang tidak terdapat pada protein nabati. Vitamin ini berperan penting dalam pembentukan sel darah merah, melancarkan sistem metabolisme tubuh, dan menjaga sistem saraf tetap sehat.
2. Kekurangan Protein Hewani
Karena bersumber dari hewan, protein hewani umumnya mengandung lemak dan kolesterol yang tinggi, sehingga tidak baik untuk tubuh jika dikonsumsi berlebihan. Selain itu, protein ini juga mengandung kadar sodium tinggi yang bisa memicu hipertensi.
3. Kelebihan Protein Nabati
Protein nabati mengandung berbagai nutrisi, seperti karbohidrat, serat, vitamin, dan zat bergizi lainnya. Dibandingkan dengan protein hewani, protein nabati lebih rendah kolesterol dan mampu menurunkan risiko penyakit kanker.
4. Kekurangan Protein Nabati
Protein nabati tidak memiliki kandungan asam amino lengkap. Jika Anda mengonsumsi hanya protein nabati saja, maka tubuh akan rentan mengalami kekurangan nutrisi esensial, seperti zat besi, lemak baik, vitamin B12 dan omega 3.
Protein hewani maupun nabati memiliki daya tariknya tersendiri. Anda hanya perlu mencampurkan protein mana yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Namun, saat mengonsumsi protein hewani hindari memakan daging merah yang diproses justru dapat meningkatkan peluang Anda mengalami penyakit jantung, stroke, dan kematian dini.