Tiga Mitos Tentang Diet yang Tidak Perlu Lagi Anda Percayai

oleh

Borneo24.com – Ada banyak mitos, gosip, dan saran yang muncul terkait program diet. Padahal, banyak dari hal tersebut tidak didukung dengan data yang benar. Akibatnya banyak orang terperangkap dalam jebakan program diet yang justru menimbulkan masalah bagi kesehatan tubuh.

Dilansir dari Healthline, berikut sejumlah mitos diet yang tidak perlu lagi Anda percayai:

Tidak sarapan adalah faktor penting

Tidak sarapan merupakan salah satu mitos diet paling umum. Mitos ini hadir berdasarkan asumsi bahwa tidak sarapan berarti tidak ada asupan kalori. Sebuah riset tentang hubungan sarapan dan tubuh manusia yang dijalankan oleh Kylie J. Smith dan rekan-rekannya membuktikan bahwa mitos ini tidak benar.

Penelitian dilakukan sejak tahun 1985 hingga 2006. Hasil penelitian tersebut dipublikasikan di The American Journal of Clinical Nutrition. Penelitian selama bertahun-tahun tersebut menghasilkan fakta bahwa peserta riset yang melewatkan sarapan selama kana-kanak dan dewasa cenderung memiliki lingkar pinggang yang lebih besar, kadar insulin lebih tinggi dan kadar kolesterol lebih tinggi.

Melewatkan sarapan sering berarti membuat seseorang menghabiskan lebih banyak makanan di di sisa hari yang dilewati. Sebuah studi di tahun 2007 oleh S. Croezen dan rekan-rekannya, menemukan fakta bahwa tidak melakukan sarapan memiliki hubungan kuat dengan kelebihan berat badan.

Berat badan adalah patokan utama

Umumnya, berbagai program diet hanya berfokus pada angka di timbangan. Sebuah penelitian di Journal of Obesity, Hindawi, menyatakan bahwa terlalu fokus pada angka berat badan, membuat program diet tidak berjalan efektif sekaligus memberikan gangguan psikologis.

Dalam sebuah program diet, idealnya yang menjadi patokan kesuksesan adalah kesehatan tubuh, bukan penurunan berat badan. Program diet yang baik, fokus pada sehat jangka panjang, bukan pada berat badan yang diturunkan dalam waktu singkat.

Ngemil adalah dosa tidak termaafkan

Beberapa orang percaya bahwa ngemil adalah sebuah dosa yang tidak termaafkan saat menjalani diet. Padahal, pada sejumlah kasus, ngemil justru membantu mengelola asupan kalori lebih efektif. Mengonsumsi sepotong buah atau yoghurt rendah lemak bisa mengurangi keinginan makan berlebihan pada waktu makan utama. (***)