Berantas Narkoba Dalam Lapas, Ini Upaya Kalapas Tarakan

oleh
Ilustrasi Gambar

Kalimantan Utara, Borneo24.com – HN, warga binaan di Lembaga Pemasyarakan (Lapas) Kelas IIA Tarakan sebagai tersangka kasus narkoba jenis sabu sebesar 2,9 kg yang melibatkan oknum polisi, belum dilakukan pemeriksaan. Namun oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara akan dilakukan pemeriksaan dalam waktu dekat.

Kepala Lapas Kelas IIA Tarakan, Yosef Yambise mengaku belum mengetahui secara pasti terkait keterlibatan warga binaannya dalam peredaran sabu.

Ia menungkapkan, Lapas Tarakan terbanyak dihuni warga binaan dengan kasus narkotika. Ia pun meminta dukungan pemerintah, karena Lapas Tarakan yang over kapasitas.

Namun, persoalan narkoba, ditegaskan Yosef pihaknya tidak akan menghalangi pemeriksaan aparat di wilayah kerjanya. Penyidik BNNP Kaltara juga sudah melakukan koordinasi.

“Kami sudah didatangi penyidik dari Propam Polda Kaltara, untuk mendalami itu (kasus yang melibatkan oknum polisi, AL). Yang jelas, kami dari pihak Lapas dalam proses penyelidikan nanti siap membantu, apa yang perlu dilakukan dengan aparat hukum lainnya,” tutur nya

Tidak hanya dalam perkara antara AL dan HN, kata Yosef nantinya dalam perkara lain yang juga melibatkan warga binaan lainnya. Sebelum ini, memang ada pengungkapan sabu yang juga menyebutkan warga binaan Lapas sebagai pengendali.

Memang perlu ada kerja sama dengan aparat lain untuk bisa meminimalisir atau melakukan pengawasan dan bersama-sama melawan narkoba.

Khusus pengawasan di dalam Lapas, ditegaskan Yosef pihaknya tetap memperketat penggunaan barang elektronik.

“Saya saat ini sedang membuat pemetaan, bagaimana pengawasan yang harus dilakukan. Tapi, memang butuh koordinasi dan kehati-hatian dalam rangka penertiban normalisasi di Lapas Tarakan,” katanya.  (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.