Cemburu, Istri jadi “bulan-bulanan” Suami dikebun

oleh

BARITO TIMUR – Diduga hanya karena cemburu buta serta menuduh istinya selingkuh ,Liansyah bin Juhri(48) warga RT 01 desa Kutam, Kecamatan Patangkep Tutui, Kabupaten Bartim ,secara membabi buta tega melakukan penganiayaan terhadap istrinya Siriyani binti Mule(47) didepan Haikal anak kandungnya sendiri dikebun durian miliknya.Ia menganiaya istri nya, Rabu (13/2/2017).

Pelaku melakukan penganiayaan dengan menarik rambut istrinya hingga terjatuh dan langsung didekap, diancam dengan senjata tajam jenis parang terhunus dibagian punggung koban.

Melihat kejadian tersebut Haikal yang tak lain adalah anak kandung korban melerai dengan menarik badan pelaku (ayah kandungnya).

Ketika korban terlepas dan berdiri, pelaku mengambil kayu bakar dan melempar korban hingga mengalami luka sobek tepat mengenai bagian punggung, ungkap Kapolres Barito Timur AKBP Zulham Effendi Saik melalui Kapolsek Patangkep Iptu Ather Diora SH, Minggu (17/2/2019).

Dijelaskan sebelum peristiwa tersebut terjadi, pada hari Rabu (13/2/2019) sekitar pulul 12.00 WIB, Suriyani dan Liansyah beserta anaknya berada dipondok kebun durian untuk berladang.

Pada saat itu, Liansyah tiba-tiba menuduh sang isrinya selingkuh. Kemudian terjadilah cekcok mulut dan pelaku menarik rambut korban hingga terjatuh dan langsung didekap sambil menempelkan senjata tajam jenis parang dipunggung.

“Anaknya melihat kejadian itu, korban terlepas dan berdiri dari penganiayaan pelaku. Akan tetapi pelaku gak diam, langsung memgambil kayu bakar dan melempar kearah tubuh korban yang mengakibatkan luka robek dibagian bahu sebelah kanan dan memar dibagian punggung” kata Tutui saat dihubungi via seluler.

Atas kejadian tersebut korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Patangkep Tutui. Dengan gerak cepat polisi mengamankan pelaku dan melakukan penahanan.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya Liansyah melanggar pasal 44 ayat (1) UU nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan KDRT pasal 351 ayat (1) KUHP dengan hukuman 15 tahun penjara. (RP/01).