Kejaksaan Amankan Uang Negara 1,4 milyar dan para pelaku takut dipenjara

oleh

BARITO TIMUR – Dugaan tindak pidana korupsi pelaksanaan pekerjaan peningkatan jalan dan pekerjaan jalan yang dilaksanakan Dinas PUPR Kabupaten Barito Timur yang diselidiki oleh kejaksaan, akhirnya dikembalikan secara simbolis kepada bupati Barito Timur Ampera A.Y Mebas oleh para kontraktor.

Pengembalian tersebut dilaksanakan, Selasa (19/2/2019) pukul 09.00 WIB bertempat di aula Kejaksaaan Negeri Barito Timur yang dihadiri Kajari Roy Rovalino Herudiansyah, Bupati Barito Timur Ampera A.Y Mebas, Sekda, para Kasi dan Kasubagbin, Kabag Hukum, Inspektorat dan Pimpinan Bank Kalteng Cabang Tamiang Layang.

Dalam sambutannya Kajari Roy Ruvalino Herudiansyah menyampaikan bahwa penyelamatan keuangan daerah ini berkat dari hasil penyelidikan Kejari Barito Timur atas dugaan tindak pidana korupsi, adanya penyimpangan pelaksanaan pekerjaan peningkatan jalan dan pekerjaan jalan yang dilaksanakan Dinas PUPR Kabupaten Barito Timur.

Bahwa dalam perkembangannya, ada itikad baik dari pelaksana yang telah mengembalikan potensi kerugian keuangan daerah senilai kurang lebih Rp1,4 milyar dimana pengembalian tersebut dilakukan melalui Bank Kalteng sebesar kurang lebih Rp600 juta dan melalui penyelidik sebesar Rp993.356.040,59.

“Dengan demikian potensi kerugian keuangan daerah telah terpulihkan dan Kejaksaan Negeri Barito Timur telah berhasil menyelamatkan kerugian keuangan daerah sebesar kurang lebih Rp1,4 Milyar” ucap Roy Ruvalino Herudiansyah.

Sementara itu, Bupati Bartim Ampera A.Y Mebas, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan memberikan penghargaan yang tinggi atas keberhasilan serta upaya kerja keras pihak Kejari dalam penyelamatan keuangan daerah.

“Kedepannya atas nama pemerintah, saya harapkan ada kerjasama lain dengan pihak Kejari. Seperti dalam hal pengawasan pengelolaan keuangan desa, sebab pemerintah menginginkan dana desa begitu besar supaya peruntukannya betul – betul tepat sasaran sesuai kebutuhan yang tertuang dalam RKP Desa “tutupnya. (RP/01)