Mucikari Prostitusi Online Dibekuk Polisi di Sleman

oleh
Ilustrasi Gambar

Yogyakarta, Borneo24.com – Petugas Polsek Mlati, Kabupaten Sleman membongkar praktek prostitusi online oleh seorang mahasiswa berinisial AP (21). AP menjual dua orang perempuan menjadi pekerja seks melalui media sosial Twitter.

Awalnya AP menjanjikan pekerjaan menjadi terapis pijat kepada dua perempuan berinisial VN (20) dan WP (32). Namun justru dijadikan pekerja seks dan dijual melalui akun twitter @citra_bojogja.

Kapolsek Mlati, Kompol Hariyanto merinci, setiap kali melakukan transaksi, pelaku AP selalu berpura-pura menjadi korban VN maupun WP.

“Tersangka mempromosikan korban dengan mengunggah foto-foto korban di akun @citra_bojogja. Jika ada yang berminat kemudian berkomunikasi lewat WhatsApp. Kemudian tersangka yang membalas dan seolah-olah seperti korban. Padahal itu dilakukan tanpa sepengetahuan korban,” ujar Hariyanto, Selasa (14/7).

Hariyanto menerangkan untuk tarif berkisar Rp 500 ribu dan Rp 800 ribu. Dari tarif itu tersangka meminta potongan keuntungan sebesar Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu setiap kali transaksi ke korban.

Hariyanto menjabarkan tersangka sudah beroperasi sejak Juni 2020. Sedikitnya sudah ada 20 kali transaksi yang dikendalikan oleh tersangka.

Hariyanto memaparkan dari tersangka pihaknya mengamankan barang bukti dua buah ponsel, uang senilai Rp 1 juta, uang order kamar, kondom baru, dan kondom bekas pakai.

“Tersangka diancam pidana atau Pasal 12 Undang-undang Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang atau Pasal 296 KUHP. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” tegas Hariyanto. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.