Pelaku Percobaan Perusakan Fasilitas Umum Digelandang Polsek Kahayan Hilir

oleh

PULANG PISAU – Jajaran Polsek Kahayan Hilir berhasil mengamankan pelaku dugaan perusakan fasilitas milik Pemkab Pulang Pisau, hal ini berkat aksi gerak cepat Anggota Polsek Kahayan Hilir yang merespon beredarnya rekaman CCTV di Taman Sumbu Kurung, Jalan Tingang Menteng, Kelurahan Pulang Pisau, Kecamatan Kahayan Hilir.

Diketahui, dalam video yang berdurasi 60 detik itu, tampak terlihat seorang pria berkaos ungu dan bercelana pendek menggoyang-goyang lampu penerangan yang ada di Taman Sumbu Kurung.

Berbekal alat bukti tersebut, pria yang diketahui bernama Sahrin (37), Warga jalan Masrumi Layar, Desa Anjir Pulang Pisau, Kecamatan Kahayan Hilir itu, digelandang ke Kantor Polsek, Rabu (20/3/2019) sore.

Kapolsek Kahayan Hilir, Iptu Sugiharso kepada mengungkapkan, pengamanan terhadap Sahrin merupakan tindak lanjut kejadian pada 3 Maret 2019, sekitar pukul 00:01WIB yang terjadi di Taman Sumbu Kurung.

“Saat itu, saudara Sahrin melakukan percobaan perusakan fasilitas umum dengan cara menggoyangkan tiang lampu Taman Sumbu Kurung,” kata Sugiharso, Kamis (21/03/2019).

Dijelaskan oleh Kapolsek, saat dimintai keterangan, Sahrin mengaku hal itu dilakukan sebab dia terbawa emosi karena ada temannya yang ditantang orang tidak dikenal. “Menurut Sahrin, itu dilakukan (menggoyang tiang) dengan maksud untuk menahan emosinya dan agar tidak terjadi perkelahian antara temannya dan orang tidak dikenal” ungkap Sugiharso.

Ketika melakukan itu, sambung Kapolsek, Sahrin dalam kondisi mabuk. “Yang jadi masalah utama, pemerintah daerah Pulang Pisau saat ini belum memiliki peraturan minuman keras. Sehingga banyak pemuda sekarang mabuk dan lepas kendali, sehingga terlibat perkelahian termasuk perusakan fasilitas umum,” tegasnya.

Ketika disinggung apakah Sahrin ada kaitannya dengan perusakan fasilitas umum yang terjadi sebelumnya, Sugiharso mengaku, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait hal itu. Dan untuk diketahui saat ini pelaku hanya diamankan selama 24 jam dan selanjutnya dilakukan pembinaan serta membuat surat pernyataan yang diketahui oleh Ketua RT dan Kepala Desa setempat. (RP/02)